SUDAH LAMA Denny Saputra menjadi tukang taman di Jalan Kakatua. Kadangkala ia menemukan sampah plastik, kotoran hingga bangkai hewan merupakan bagian pekerjaan untuk memungutnya.
Laporan: JUNI SEWANG
Denny tampak santai menikmati tugas rutin menyiram sejumlah titik taman kota. Pada siang menjelang sore tersebut, ia duduk santai setelah menghabiskan air siraman yang tersimpan dalam wadah berbentuk kotak di atas motor roda tiga.
Kepada penulis, Denny mengakui, butuh usaha ekstra keras agar taman kota tetap terlihat asri selama musim kemarau.
” Ketersediaan air menjadi kebutuhan utama dalam menyejukkan taman,” ujarnya sambil menunjuk arah tempat penyimpanan air.
Selama musim kemarau ini, para petugas memiliki jam kerja semakin panjang. Sebelum kemarau, biasanya Denny bekerja enam jam sehari. Kini, delapan jam dihabiskan untuk menyiram taman kota.
Pagi hari, ia mulai berkeliling menyiram taman kota sejak pukul 08.00 dan berakhir sekitar pukul 10.00. Selama musim kemarau, penyiraman memang sengaja dimulai lebih pagi. Denny mengatakan, penyerapan air oleh tanaman sebelum terkena terik matahari lebih maksimal. Karena lebih cepat terserap, air yang dibutuhkan pun bisa lebih hemat.
Pria kelahiran Jakarta 27 Desember 1981 ini harus sudah ada di taman Jalan Kakatua pada pukul 06.00 wita untuk melakukan pengisian mobil Fukuda dengan kapasitas 1.000 liter air.
Beberapa taman yang menjadi wilayah kerjanya diantaranya taman Kakatua – Ratulangi, taman jalan Mappanyukki, Taman jalan Haji Bau, Taman jalan Garuda, taman jalan Rajawali, Taman spbu jalan Gagak dan taman spbu Cendrawasih.
“Pukul 06.00 wita sudah ada di taman Jalan Kakatua – Ratulangi untuk mengisi fukuda penyiram, kapasistas fukuda penyiram itu 1.000 liter setelah pengisian lalu berkeliling ke taman yang menjadi tanggung jawab kerja,” ungkap Denny.
Selain melakukan penyiraman pagi hari, dirinya juga akan kembali melakukan aktifitasnya pada pukul 15.00 sampai pukul 17.30 wita, dengan aktifitas yang sama dan bisa sampai delapan jam.
“Penyiraman dua kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore. Dalam menjalani tugas terkadang ada kendala seperti pipa penyiram rusak,” jelas Denny.
Untuk biaya akomodasi untuk fukuda penyiram taman, jelas Denny, ia menerima Rp900 ribu setiap bulannya.
“Biaya operasional fukuda penyiram taman itu Rp900 ribu, itu masuk bensin fukuda dan untuk bahan ganset pompa untuk menyiram dan ganset,” tuturnya. (jun)

