pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Nasib Penderita Kusta Kurang Perhatian

MAKASSAR, BKM–Sejumlah penderita kusta mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Makassar, akhir pekan lalu. Mereka mengaku kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Makassar jika hendak mendapatkan pelayanan pengobatan.

Bahkan kata mereka, kusta yang dideritanya sebagai penyakit kulit selama ini dianggap buruk oleh beberapa orang. Ia seringkali mendapat pandangan negatif dan perlakuan diskriminatif dari sejumlah warga kota.
Hal ini dikatakan Abd Rahman perwakilan penderita kusta di Makassar saat bertemu salah seorang anggota dewan di Jalan Dangko Makassar.
Di depan dewan, Rahman mengaku, kalau ia dan penderita kusta lainnya kurang mendapatkan pelayanan kesehatan. Terlebih lagi, berbagai kesulitan juga dialami pasien kusta selama berobat di rumah sakit.
“Kita sangat sulit berobat di rumah sakit termasuk di RSUD Daya yang menjadi rujukan pemerintah, kita disuruh bolak balik urus administrasi. Disanapun kami mendapati kesulitan untuk berobat karena pelayanan ke kami itu kurang diperhatikan,” bebernya.
Lanjut Rahman, bahwa pelayanan untuk penyakit kusta saat ini bukan mengalami peningkatan, malah justru keberadaan mereka dikesampingkan oleh Pemkot Makassar. Hal ini dilihat dari segi tempat untuk mereka jangkau ke rumah sakit sangatlah jauh, belum lagi tidak adanya puskesmas pembantu yang menjadi tempat pertama penanganan penderita kusta.
Terkait bantua dari Dinas Sosial Kota Makassar dan Provinsi Sulsel, tambah Rahman, juga tidak sesuai dengan kebutuhan para penderita kusta. Sebab dalam kompleks mereka, para penderita kusta dan penderita lainnya harus menyambung hidupnya dengan mengemis di jalanan.
“Seharusnya kalau kami dilarang mengemis tolong diberikan bantuan selayaknya, ini malah semua di sama ratakan. Padahal disini pemukiman bukan hanya menderita kusta, tapi juga ada penderita keterbatasan fisik yang kebutuhannya berbeda-beda. Kalau kami mengeluh dilarang mengemis jadi kami mau makan apa,” ungkapnya.
Menyikapi hal itu, anggota DPRD Makassar, Baharuddin Ophier menuturkan, pemkot seharusnya memperhatikan nasib mereka, utamanya pelayanan di rumah sakit. Jangan karena penyakit kusta mereka dipersulit berobat di rumah sakit, belum lagi bantuan ke mereka tidak begitu diperhatikan.
“Kalau kita mendengar keluhan mereka sungguh sangat miris sekali. Jangan hanya melarang mereka mengemis, lantas tidak ada bantuan selayaknya yang diberikan, dan kita baru tahu tidak ada sama sekali pelayanan kesehatan yang mendatangi mereka untuk mengecek kesehatan mereka,” tuturnya.
Selain itu, legislator Fraksi Gerindra ini juga akan mendorong agar penderita kusta memiliki sarana MCK tersendiri, mengingat tingginya tingkat resiko penularannya. Bukan berarti mereka dikucilkan. Namun, di satu keluarga yang di dalamnya ada penderita kusta, disediakan sarana khusus bagi si penderita.
“Seharusnya memang ada seperti itu, setiap puskesmas harus ada ruangan khusus untuk para penderita kusta. Saya tidak tahu ada tidak anggaran untuk penanganan kusta ini di APBD, tapi seharusya ada. Kalaupun tidak ada kita usahakan ada di perubahan nantinya. Dinsos dan dinkes perlu diingatkan untuk memperhatikan mereka,” ujarnya. (ita)



×


Nasib Penderita Kusta Kurang Perhatian

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar