pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemprov Tetap Siapkan Tenaga Medis

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat ini tetap mempersiapkan tenaga medis yang setiap saat bisa dikirim ke Lombok, Nusa Tenggara Barat jika memang sewaktu-waktu dibutuhkan.
Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono menjelaskan, berdasarkan laporan dari Lombok, cukup banyak tenaga medis yang dibutuhkan di sana. Khususnya dokter bedah untuk mengoperasi korban gempa yang mengalami patah tulang.
“Informasinya, ada sekitar 300 orang yang akan dioperasi patah tulang. Sehingga kami terus stand by untuk mengirimkan tenaga medis ke sana jika memang dibutuhkan. Sementara kita persiapkan lagi, ” ungkap Soni di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (8/8).
Dia menjelaskan, hingga saat ini, sudah ada sekitar 60-an tenaga medis asal Sulsel yang bekerja menangani korban gempa disana. Mereka adalah dokter maupun tenaga kesehatan yang dikirim Pemprov Sulsel dan Unhas.
Dan berdasarkan laporan yang masuk, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel kembali mengirimkan 40 tenaga dokter ke sana.
Dia mengaku cukup bangga karena respon pemerintah dan warga Sulsel untuk membantu korban gempa Lombok sangat cepat. Bahkan, tenaga medis pertama yang tiba di sana berasal dari Sulsel dan kemudian disusul dari daerah lain.
Dia menambahkan, selain mempersiapkan tenaga medis, Pemprov Sulsel dalam waktu dekat kembali akan mengirim bantuan berupa berbagai peralatan untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti selimut, sarung, dan masih banyak lagi.
Selain Pemprov Sulsel, Unhas juga tercatat cukup aktif dalam membantu penanganan korban gempa di Lombok.
Laporan Kepala Humas Unhas, Ishak Rahman dari Unhas mengatakan, Rabu (8/8), Tim Medis Unhas dibagi dalam dua tim. Satu tim tetap bertugas di RSUD Mataram, melanjutkan proses penanganan pasien disana, yang telah berhasil mengoperasi 46 pasien pada Selasa (7/8). Sebenarnya, ditargetkan tim Unhas bisa menangani 60 pasien per hari. Namun karena malam sebelumnya terjadi gempa tektonik dengan kekuatan 5.5 SR, pasien-pasien yang sudah disiapkan untuk operasi kembali dibawa oleh keluarganya. Akibatnya, rencana operasi yang dijadwalkan jam 08.00, mundur menjadi jam 10.30.
Sementara tim yang satu lagi, yaitu Prof. Idrus bersama empat orang dokter, dimobilisasi ke Lombok Utara untuk melakukan operasi korban gempa yang mengalami patah tulang.
Operasi dilakukan di atas Kapal Rumah Sakit milik TNI AL yang baru datang dari Surabaya. KRI Soeharso-990 ini memiliki fasilitas operasi yang memadai. Puluhan pasien dimobilisasike RS KRI Soeroso dan menunggu untuk dioperasi.
Sejak pukul 09.30, rombongan Tim Unhas telah tiba di Lombok Utara, yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1 jam. Selanjutnya, tim bergerak ke Pelabuhan Carik, yang berjarak sekitar 40 km dari Posko Induk Bencana di halaman Kantor Bupati Lombok Utara.
Prof. Idrus dijemput langsung oleh Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS, dan Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat, Mayjen TNI dr. Bambang Dwi Hasto, Sp.B, FINACS, M.Si. Kedua jenderal ini langsung mengantar Prof. Idrus dan tim medis Unhas menuju KRI Soeharso.
Hingga kemarin siang, proses operasi pasien sedang berlangsung. Ditargetkan, sebanyak 10 pasien akan ditangani oleh Tim Medis Unhas di KRI Soeharso-990.
Sementara itu, Tim Bantuan Medis (TBM) Calcaneus Fakultas Kedokteran Unhas juga mengirimkan tim sebanyak 5 orang. Tim ini telah tiba di Lombok sejak Selasa, 7 Agustus 2018. Saat ini TBM Calcaneus membagi diri ke dalam 3 kelompok dan berkoordinasi dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk memberikan bantuan medis di lapangan.
Search and Rescue (SAR) Unhas juga dilaporkan telah mengirimkan tim ke Lombok untuk membantu evakuasi korban yang masih tertimpa reruntuhan, serta untuk mencari korban yang hingga kini belum ditemukan.
Dari Posko Operasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok, dilaporkan bahwa total korban yang berhasil di data hingga 8 Agustus 2018 mencapai angka 162 orang meninggal dunia (tidak termasuk korban meninggal yang langsung dimakamkan oleh keluarga tanpa melaporkan ke tim darurat), serta 583 orang korban luka berat dan ringan.(rhm)



×


Pemprov Tetap Siapkan Tenaga Medis

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar