Setiap orang tentu memiliki cita-cita, namun semua itu tak kan bisa diraih tanpa semangat serta kerja keras. Seperti itulah slogan hidup, Andi Akbar Subari SH MH. Sebagai seorang Jaksa, Andi Akbar selalu dituntut bersikap profesional serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Pria 31 tahun kelahiran ujung pandang 16 April 1987 silam ini, dikalangan rekan kerja serta keluarganya dikenal sebagai pria supel namun tegas. ”Sukses itu proses bukan tujuan,” tukas Akbar seraya mengumbar senyum.
Meniti karir sebagai seorang jaksa adalah impian Andi Akbar dari sejak kecil. Dia sangat kagum dengan sosok ayahanda yang dulunya juga merupakan seorang jaksa, sosok ayahanda telah memberikan inspirasi bagi Andi Akbar untuk menjadi aparat penegak hukum yang jujur disiplin serta bertanggungjawab. Berbekal semangat dan kerja keras, Andi Akbar pun mematrikan diri untuk mengikuti jejak sang ayah.
Lulus SMA, Andi Akbar langsung kuliah dan memilih Fakultas Hukum sebagai awal dia mewujudkan cita-citanya. Usai menyandang gelar sarjana hukum di Fakultas Hukum Ekstensi Unhas Tahun 2009. Gayung pun bersambut, ditahun itu juga Andi Akbar diterima dan menjadi CPNS Kejaksaan di Kejari Gowa. Selanjutnya, terangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) Kejaksaan pada tahun 2010, Andi Akbar kemudian melanjutkan studi magesiter hukum di UMI Makassar. Berkat kegigihan dan ketekunannya menjalani studi, Andi Akbar akhirnya berhasil meraih predikat magister hukum di tahun 2011.
Di kalangan rekan-rekannya, Andi Akbar dikenal sebagai sosok pria yang ramah, bersahaja serta mudah bergaul. Tahun 2014, Andi Akbar pun lulus PPPJ. Tugas perdananya, dia diberikan amanah sebagai jaksa fungsional di Kejari Pulau Morotai, Maluku Utara.
“Ini semua tidak terlepas dari doa serta dorongan keluarga, utamanya orangtua. Menjadi seorang jaksa adalah cita-cita saya sejak kecil. Ayah saya dulunya juga seorang jaksa, dan saya sangat kagum dengan beliau,” kata Andi Akbar Subari SH MH, Minggu (5/8).
Setelah 8 bulan bergelut sebagai jaksa di Pulau Morotai, Andi Akbar akhirnya dimutasi ke Kejari Ternate sebagai jaksa fungsional di tahun 2015, setahun kemudian tepatnya di tahun 2016 Andi Akbar kembali mendapat mutasi sebagai jaksa fungsional di Kejari Pangkep, Sul-Sel. Hanya terhitung 3 minggu bertugas di Kejari Pangkep, Andi Akbar di mutasi lagi ke Kejati Sulsel sebagai jaksa fungsional (anggota satgas Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi) Bagian Pidana Khusus. Di Kejati Sulsel, dia dipercaya masuk dalam tim penyidik untuk mengungkap sejumlah kasus dugaan korupsi menonjol di Sulsel. Atas dedikasinya yang tinggi, Andi Akbar pun akhirnya dipercaya menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Kabupaten Banjar di Martapura, Kalimantan Selatan.
“Insya Allah Jabatan baru ini akan saya emban dengan penuh tanggungjawab dan profesional. Demi penegakan hukum yang adil dan bermartabat,” ungkapnya.
Di balik sosok Andi Akbar yang ramah, ternyata suami dari Rivia W Mayangsari SH sekaligus bapak dari Arinta dan Maysura ini memiliki talenta bermusik yang luar biasa. Andi Akbar sangat mahir memainkan gitar. Jari jemarinya sangat lihai memainkan nada serta melodi gitar. Tak sedikit orang yang dibuat terkesima ketika melihat Andi Akbar memainkan gitar.
Alumni fakultas hukum ekstensi Universitas Hasanuddin tahun 2009. Dikenal teman teman dan kerabatnya sebagai sosok yang murah senyum, supel serta mudah bergaul. Di tahun yang sama, Andi Akbar pun diterima sebagai CPNS di Kejaksaan Negeri Gowa. (rahmat)

