MAKASSAR, BKM–Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) menanggapi santai soal informasi bakal diundurnya pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih di Jakarta.
Sesuai jadwal, pelantikan gubernur dan wakil gubernur oleh Presiden RI, Joko Widodo akan berlangsung 17 September mendatang.
Juru Bicara Tim Transisi Prof Andalan, Dr Jayadi Nas mengatakan, Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman siap dilantik kapan dan dimana saja. Memang sampai saat ini belum ada tanggal pasti mengenai pelantikan.
Sekretaris kabinet pun belum mengirimkan surat secara resmi mengenai undangan pelantikan.”Makanya pihak tim transisi juga belum tahu kapan pelantikan Gubernur Sulsel ini,” ujar Jayadi, Jumat (31/8).
Jayadi juga menegaskan, jika NA biasa-biasa saja menanggapi isu mundurnya pelantikan. Baginya, kapanpun mau dilantik, NA selalu siap.”Pak NA kan tidak terlalu memikirkan soal kekuasaan, yang penting bekerja untuk rakyat. Makanya beliau sampai saat ini biasa-biasa saja menunggu pelantikan,” kata Jayadi.
Hingga saat ini pun, dikatakan Jayadi, NA belum melakukan persiapan khusus jelang pelantikan. Walaupun baginya, lebih cepat dilaksanakan pelantikan, akan lebih baik.”Persiapan juga masih biasa-biasa saja, kalau nanti ada undangan, baru siap-siap ke Jakarta, kan kita cuma diundang. Tapi sebenarnya alangkah lebih baik kalau lebih cepat dilaksanakan pelantikan, supaya pak NA bisa lebih cepat melaksanakan pekerjaannya untuk masyarakat Sulsel,” jelas Jayadi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otoda) Kementerian Dalam Negeri, Soni Sumarsono menegaskan, hingga saat ini, belum ada informasi terkait perubahan jadwal.
Namun, lelaki yang saat ini menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel itu mengatakan, sebagai Dirjen Otoda, biasanya kepastian informasi jadwal pelantikan akan diperoleh lebih cepat dibanding yang lain.
Jika pelantikan akan dilaksanakan 17 September, maka dua minggu sebelumnya, informasi itu sudah diperoleh.
” Tapi hingga saat ini, sisa dua minggu belum ada kepastian,” ungkap Soni.
Itu sudah mengindikasikan jika jadwal pelantikan bisa saja diundur.
“Jadi belum ada info jelas akan diundur. Namun kalau begini kondisinya, kemungkinan mundur sangat besar,” jelas Soni.
Kalaupun bakal diundur, lanjut dia paling lama seminggu hingga dua minggu saja. Tidak melewati September, apalagi Oktober.
“Semua tergantung dari istana. Tergantung kesibukan presiden. Saya kira itu saja. Mundur tidak akan lama. Tetap bulan September hingga Oktober,” pungkasnya. (rhm-nug/war/b)

