MAKASSAR, BKM–Dalam memperingati 1 Muharram 1440 Hijriah atau Tahun Baru Islam sejumlah lembaga dan instansi melakukan berbagai kegiatan. Seperti yang dilakukan Komunitas Alkalam yang menggelar pameran 7.000 buah benda pusaka.
Pameran tersebut digelar di Balai Prajurit Manunggal, Jalan Jendral Sudirman Makassar, Selasa (11/9) sampai Kamis (13/9). Berbagai benda pusaka ini dipamerkan oleh Komunitas Alkalam dalam memperingati 1 Muharram 1440 H.
Benda-benda pusaka yang dipamerkan antara lain Keris panjang sebanyak 600 buah, keris kecil 1.600 buah, badik dan tombak kurang lebih 4.000 buah, dan sisanya ada parang, pedang, dan lain-lain. Semua benda pusaka ini adalah milik pribadi Alkalam, pendiri Komunitas Alkalam.
Ketua Panitia Pameran, Alkausar Kalam mengatakan, jika pameran ini telah diadakan tiap tahunnya. Tujuannya supaya masyarakat melihat masih ada banyak benda pusaka yang dilestarikan. Serta mengedukasi masyarakat untuk mencegah kemusrikan dari benda-benda pusaka.
“Supaya anak-anak muda juga melihat ternyata masih ada benda pusaka itu, supaya mereka juga bisa turut melestarikan, supaya ada regenerasi. Selain itu, selama ini masyarakat biasanya meyakini adanya hal-hal gaib di benda tersebut, kami disini mau menyampaikan bahwa hal tersebut tidak ada,” kata Alkausar.
Benda-benda pusaka ini dibawa langsung dari museum pribadi Alkalam di Perumahan Bumi Tamanrea Permai (BTP). Asal benda-benda pusaka ini dari berbagai daerah di Sulsel, bahkan ada juga yang berasal dari Baghdad dan dari Persia.
“Kalau usia rata-rata benda pusaka yang dipamerkan sudah sekitar 600 tahun. Yang paling panjang itu ada keris yang tingginya sampai dua meter,” tambah Alkausar.
Sementara itu, di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar, pihak lembaga menggelar doa bersama merayakan Tahun Baru Islam dan Deklarasi Hapus Buta Huruf Al-Qura’an. Kegiatan yang bertempat di masjid Dakwatul Ikhsan Lapas Makassar, dihadiri ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan ini dilaksanakan usai Shalat dzuhur berjamaah dan dibuka oleh Pembacaan ayat suci Al-Qur’an surat al-Alaq dan terjemahannya. Selanjutnya Kepala Lapas Makassar, Budi Sarwono, membacakan Sambutan Direktur Jendral Pemasyarakatan, tetang pelaksanaan Do’a Bersama dan Deklarasi Hapus buta Huruf Al-Qur’an yang dilaksanakan di UPT Lapas/Rutan se-Indonesia. Sekaligus memberikan 2 buah Al-Quran dari Direktur Jendral Pemasyarakatan kepada perwakilan WBP.
Pada kegiatan ini juga diisi Tausiyah oleh Ust Muh. Rahmatullah, dari yayasan Ar Rahman Ar Rahim yang membahas tentang Iqro dan Fadhila Membaca Al-Quran pada tausiahnya menegaskan bahwa “Siapa yang menjadikan al-quran sebagai imam maka al-quran akan menuntunnya masuk kedalam syurga, namun sebaliknya siapa yg menjadikan al-quran sebagai makmun maka alquran akan mendorongnya ke neraka.
“Oleh karena itu pentingnya kita membaca al quran “iqra” maka bacalah al-quran. Sebaik baik engkau adalah orang yg mengajar dan belajar al-quran. Mudah mudahan al-quran nur karim akan datang ke hari kiamat nanti dan memberikan syafaat pada kita yang selalu membaca dan mengamalkannya” ungkap Muh Rahmatullah.(nug-jun/war/c)

