MAKASSAR, BKM — Sejak dihadirkan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat, Bus Rapid Transit (BRT) masih kurang dilirik penggunaannya.
Padahal, BRT sudah menelan cukup banyak anggaran. Terutama untuk pembuatan halte yang saat ini lebih banyak terlantar karena tidak pergunakan.
Persoalan itu ternyata mendapat perhatian dari gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.
Diapun mengusulkan perubahan model bus dan halte yang ada sekarang.
Mantan Bupati Bantaeng itu menjelaskan, BRT yang ada saat ini, termasuk haltenya butuh dikaji untuk diredesain
“Harus dipikirkan untuk disabilitas, jangan terlalu tinggi. Di beberapa negara maju, bus mereka pendek-pendek siapapun bisa naik termasuk fasilitas untuk kursi roda,” kata Nurdin.
Beberapa halte yang telah dibangun menggunakan APBD provinsi juga dinilai tak sesuai peruntukkan. Sebab ada yang haltenya berbeda dengan letak pintu keluar masuk bus.
“Itulah pentingnya perencanaan bukan kira-kira. Intinya jangan merugikan anggaran negara yang sudah ada. Kalau itu dianggap tak memenuhi syarat angkutan massal kota harus redesain dan butuh kajian,” jelasnya.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah turun tangan untuk menyubsidi moda transportasi umum ini. Hal tersebut dipastikan Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Ilyas Iskandar setelah berkoordinasi dengan Dirjen Angkutan Darat Kementerian Perhubungan.
Kata Ilyas, subsidi BRT sudah masuk dalam Rencana Kerja (Renja) Kementerian Perhubungan. “Kepastian ini kita dapatkan setelah subsidi BRT masuk dalam Renja Kemenhub. Rencananya dimulai tahun depan,” kata Ilyas.
Ia mengatakan subsidi diusulkan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Provinsi Sulselbar Dirjen Perhubungan Darat. Pemprov mengusulkan anggaran sekira Rp5,688 miliar ke pemerintah pusat, ini untuk tiga koridor. (rhm)
NA Akan Ubah Model dan Halte BRT
×

