pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Rindu Sosok Ibu yang Hanya Penjual Kue

SEBAGIAN anak yang sudah dewasa, atau merasa dirinya sudah dewasa terasa gengsi untuk mengatakan rindu pada sosok ibunya. Padahal di saat dia susah pasti membutuhkan pelukan dari ibunya. Hal itu juga dirasakan Wahyu, yang kini mendekam di Rumah Tahanan Kelas I Makassar.

Laporan: JUNI SEWANG

Menurut lelaki yang tersangkut kasus pembunuhan tersebut kepada penulis mengaku, terkadang ia lupa, siapakah orang yang selalu ada, selalu menyayanginya dalam kondisi apapun itu. tetapi setelah ia terjatuh baru merasakan kerinduan yang mendalam ke sosok ibunya.
Wahyu mengaku, ia sudah empat tahun lamanya berada si jeruji besi, ia selalu teringat wajah ibunya. Ibunya yang berdarah Jawa ini tinggal sebatang kara setelah ditinggal ayahnya untuk selama-lamanya. Ibunya menempati kamar yang disewa berukuran 3×4 meter di wilayah Sudiang. Ibunya dengan banting tulang mencari pundi-pundi uang agar bisa setiap bulannya membayar uang sewa kamar Rp300 ribu perbulannya.
“Ayah saya sudah meninggal, sisa ibu, ibu tinggal di Sudiang sewa kamar, karena kerjanya ibu saya penjual kue keliling, hidupnya makin berat pas saya ditangkap lalu ditahan,” ungkap Wahyu.
Untuk menutupi rasa rindu, ia berusaha menjadi napi terbaik serta mengerjakan tugas-tugas yang diperintahkannya di dalam lapas termasuk menjadi tamping yang bertugas membersihkan ruangan.
“Diluar jam kunjungan, saya membersihkan sebahagian ruangan ruangan petugas Lapas, kalau jam pembesuk tiba, saya membantu petugas pemeriksaan barang, dibagian X-Ray. Dalam tugas tamping pemeriksaan barang, ada beberapa barang dilarang, seperti sendok besi, gunting kuku, semunya dititip sementara, keluar Lapas baru dikembalikan,” jelasnya.
Sambil sesekali menyeka keringat Wahyu menceritakan, jika ia mulai mempelajari jenis kebutuhan para napi lain, seperti warga binaan mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan dari keluarga atau kerabat lain yang mengunjungi mereka.
Adapula di dalam blok sel, pertukaran barang dan jasa dilakukan dengan cara barter. Satu sel yang terdiri dari rata-rata 13 orang melakukan barter sesuai keahlian masing-masing, seperti memijat atau mencuci. Bagi yang mempunyai uang berlebih, seorang warga binaan bahkan dapat membayar jasa teman sesama bloknya yang membutuhkan uang dengan mengerjakan piket. Temannya akan menggantikan tugas piketnya, seperti membersihkan kamar mandi atau tugas lainnya.
Sebagai warga binaan yang berkelakuan baik, Wahyu dipercayakan menjadi tamping atau tahanan pendamping karena berkelakuan baik. Ia bertugas sebagai asisten petugas rutan secara sukarela.
Menurunya, fasilitas di Lapas Kelas 1 Makassar tergolong memadai dan mendukung kebutuhan beraktivitas para warga binaan. Yang paling terlihat adalah kebutuhan beribadah (untuk Islam dan Kristen) karena terletak di lokasi yang strategis. Masjid berada di pusat Lapas, sedangkan ruang ibadah Kristen dekat dengan area pengunjung.
Sisa fasilitas lain adalah perpustakaan, ruang belajar mengajar, ruang tata boga, dan aula. Ada juga wartel yang disediakan agar warga binaan dapat berkomunikasi dengan dunia luar apabila tidak dikunjungi oleh kerabat dan keluarganya.”Kami disini bersama napi seperti saudara sendiri, Kepala Lapas seperti orang tua kami. Fasilitas yang diberikan sangat memadai dan tidak ada yang kurang. Tinggal bagaimana kita pintar-pintar mencari kegiatan positif, termasuk beribadah dan melakukan ibadah,” ujarnya.(jun)



×


Rindu Sosok Ibu yang Hanya Penjual Kue

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar