pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jika Sepi Rela Berjualan Hingga Subuh Hari

DENGAN modal lapak berukuran lebar 3 meter dan panjang 1,5 meter di Jalan Hertasning, Andi Syam Karaeng Ngalle berjualan jagung bakar dari siang hingga larut malam. Ada tiga jenis rasa jagung bakar di jualnya yakni pedas manis, asam manis dan rasa original.

Laporan: ARIF AL QADRY

Asap yang cukup menggumpal di sebagian ruas Jalan Hertasning – Jalan Yusuf Daeng Ngalle. Gumpalan asap itu berasal dari alat pembakaran jangung bakar di lapak jualan pria kelahiran Gowa, 12 Desember 1953. Waktu itu, antrean cukup ramai oleh pengendara yang singgah tuk membeli jagung. Ada yang membungkus ada juga yang memilih untuk menikmati langsung ditempat jualan itu.
Harga jagung bakar semua jenis rasa yang ditawarkan Karaeng Ngalle terbilang cukup terjangkau. Hanya Rp5 ribu saja sudah dapat menikmati jagung bakar hangat, gurih dan beraneka rasa sesuai dengan selera. Apalagi setiap biji jagung yang dijual ukurannya besar – besar dan manis.
“Seperti ini mi kalau jualan ki tidak menentu kapan ramai dan kapan sepih. Tidak menentu juga berapa penghasilan setiap harinya. Biasanya musim hujan seperti ini kadang sepih juga dan itu lagi tidak bisa ditahu sampai kapan,” sebut warga yang asal Gowa itu kepada penulis di lapak jualannya.
Sembari melayani pembelinya, Karaeng Ngalle bercerita sudah sepuluh tahun jualan jagung atau tepatnya di 2006 lalu. Kawasan Jalan Hertasning terpilih karena dianggap sebagai lokasi strategis dekat dari perkantoran ataupun kompleks perumahan. Sehingga setelah menemukan ada tempat sedikit yang dapat digunakan membangun lapak untuk jualan, dia kemudian mendirikan lapak bampu dan tenda (semi permanen).
Sejak itulah dirinya bersama istrinya berpindah tempat jualan jagung bakar di Lapangan Syeh Yusuf Discovery Gowa ke kawasan Jalan Hertasning, Makassar. Dia mulai berjualan dari pukul 14:30 WITA sampai pukul 02:00 dini hari. Atau tergantung seberapa cepat jagung-jagung bakar laku terjual.
“Kalau cepat habis, cepat pulang. Kadang juga sampai jam 2 subuh masih banyak tinggal terpaksa harus tutup dan pulang dilanjutkan besok lagi. Tidak menentu berapa banyak bisa saya dapatkan setiap hari,” tambahnya. (arf)



×


Jika Sepi Rela Berjualan Hingga Subuh Hari

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar