MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel membuka keran kerjasama dengan berbagai negara, khususnya dalam bidang pembangunan infrastruktur. Tercatat, dua negara sudah dijajaki untuk kerjasama yakni China dan Jepang.
Januari lalu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah bertemu dengan Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian di Makassar.
Pada kesempatan itu, Nurdin menawarkan sejumlah proyek yang bisa dikerjasamakan dengan China yang merupakan salah satu investor terbesar di Sulawesi. Ada beberapa proyek yang diusulkan khususnya infrastruktur seperti tol, kereta api, dan pengembangan pulau untuk sektor pariwisata.
Penawaran kerjasama untuk pembangunan infrastruktur juga ditawarkan kepada Jepang. Saat melakukan kunjungan ke Jepang belum lama ini, kepada Jepang, Nurdin berharap dibantu mempercepat pembangunan berbagai sarana dan pra sarana di Sulsel.
Ia juga menawarkan proyek pembangunan jalan tol, monorel, dan jalur kereta api ketika bertemu Yoshihide Suga, Menteri Sekretaris Negara, Kabinet Perdana Menteri Shinzo Abe, di Kantornya di Tokyo Jepang, baru-baru ini.
Nurdin Abdullah didampingi Gubernur Ehime Jepang, saat menemui Suga di kantornya. Pada pertemuan tersebut, Suga meyakinkan Nurdin bahwa Pemerintah Jepang akan mensupport pembangunan di Sulsel, termasuk pembangunan monorel di Kota Makassar.
Sulsel sebagai provinsi dengan posisi yang sangat strategis, merupakan pintu gerbang kawasan timur indonesia (KTI) harus berpacu untuk menyiapkan infrastruktur yang memadai.
Khusus di bidang transportasi, kebutuhan akan jalan baru sudah cukup mendesak. Terutama untuk wilayah ibukota Sulsel, Makassar. Pertumbuhan kendaraan tidak sebanding lagi dengan ketersediaan infrastruktur jalan.
Karenanya, butuh strategi untuk menyiapkannya di tengah kondisi keuangan daerah yang sangat terbatas. Salah satunya, dengan mencarikan investor yang mau menanamkan modal. Salah satunya adalah Jepang.
Saat ditanya tindak lanjut rencana kerjasama dengan kedua negara tersebut, Nurdin yang ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (13/3) mengatakan, APBN, apalagi APBD belum mampu untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang butuh biaya sangat besar itu. Karenanya, Pemprov Sulsel proaktif menjajaki kerjasama dengan berbagai negara yang dinilai punya potensi.
“Pembangunan jalan tol, monorel, dan infrastruktur lainnya butuh anggaran yang sangat besar. Makanya kita harus intens melakukan penjajakan kerjasama dengan berbagai negara,” ungkapnya.
Dia menekankan, pembangunan infrastruktur jalan sudah cukup mendesak untuk dilakukan. Mengingat kapasitas jalan saat ini yang sudah tidak memadai menampung jumlah kendaraan yang terus bertambah.
Selain itu, infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian yang menopang daerah-daerah industri.
Saat ini, Pemprov Sulsel sementara menyusun feasibility study untuk infrastruktur jalan di daerah ini.
Nurdin melihat yang paling mendesak untuk dilakukan adalah pembangunan jalan tol ke arah selatan. Alasannya, karena ada rencana pengembangan kawasan industri di Takalar dan Bantaeng.
“Paling mendesak untuk jalan tol, kita akan ke selatan karena ada rencana pengembangan industri di Takalar. Sementara Bantaeng kan sudah jalan makanya semua akses produk bisa dibawa ke pelabuhan dengan cepat. Kalau itu tidak kita bangun, industri tidak akan berkembang pesat,” pungkasnya. (rhm)
Makassar akan Miliki Sejumlah Proyek
×

