MAKASSAR, BKM — Harapan banyak masyarakat untuk bisa beribadah, khususnya selama Ramadan di Masjid 99 kubah yang berada di kawasan Centre Point of Indonesi (CoI) pupus.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mewacanakan masjid tersebut sudah bisa digunakan selama Ramadan, namun Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa Masjid 99 Kubah belum bisa dioperasikan.
Alasannya, masjid tersebut sementara tahap audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel.
“Belum bisa, itu kan masih diaudit. Masjid tersebut baru akan dioperasikan jika audit yang dilakukan BPKP dan progres konstruksi sudah rampung 100 persen,” ungkap Andi Sudirman, Senin (29/4).
Sebelumnya, persiapan-persiapan sudah dilakukan di Masjid 99 kubah agar bisa digunakan salat tarawih selama Ramadan tahun ini. Rencana itu direspon positif oleh Gubernur Nurdin Abdullah.
“Baguslah kalau sudah siap nanti saya pergi tinjau. Kira-kira apa kekurangannya supaya bisa kita sempurnakan dan supaya Ramadan nanti sudah bisa dimanfaatkan ,” ujarnya belum lama ini.
Karena pernyataan yang dilontarkan gubernur itu, instansi terkait terus mempersiapkan sarana yang dibutuhkan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang (SDACKTR) Sulsel, Andi Darmawan Bintang mengatakan meski belum jadi keseluruhan, namun masjid megah ikon baru Sulsel itu sudah bisa difungsikan.
“Untuk ibadah itu sudah bisa difungsikan, di sana bisa menampung sebanyak 5000 jama’ah. Kita sementara baru bisa fungsikan area dalam masjid,” kata Darmawan.
Sebenarnya, kata lelaki yang akrab disapa Wawan itu, sudah finishing untuk semua pekerjaan bagian dalam. Mulai dari kebutuhan listrik, air, lampu, karpet dan sebagainya itu bisa dilengkapi sebelum Ramadan.
“Untuk keseluruhan total pengerjaan sebesar 70 persen, termasuk bagian pelataran suci dan kubah kecil lainnya yang belum terpasang,” ungkapnya.
Mantan Pj Bupati Takalar ini juga mengatakan pengerjaan yang tersisa saat ini adalah pembangunan 17 kubah termasuk kubah utama untuk adzan, pelataran suci, area parkir, lantai masjid. “Selanjutnya akan dikerja kantor dan lahan parkir, itu yang sekarang,” ujarnya.
Masjid karya arsitek Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ini memiliki karakteristik unik, dengan luas bangunannya 72 X 45 meter itu menelan biaya Rp160 miliar yang berasal dari APBD. Masjid tersebut nantinya dapat menampung 15.075 jamaah.
“Untuk sementara baru bisa menampung 5000 jamaah laki-laki, ada sekitar 1500 untuk jamaah perempuan di belakang itu belum bisa ditempati di karena belum di lantai, kemudian pelataran suci sekitar 10 ribu jamaah,” sebutnya.
Saat ini, lanjut dia, warga Makassar sudah bisa menikmati air mancur menari di setiap malam Minggu. Air ini kembali beroperasi setelah vakum selama berbulan-bulan lantaran dalam masa pemeliharaan.
“Alhamdulillah. Air mancur menari Mesjid 99 Kubah sudah dioperasikan kembali, uji coba tadi malam setelah pemeliharan selama 7 bulan,” ucapnya.
Secara total, masjid megah ini masih membutuhkan anggaran besar dari APBD sebesar Rp 56 miliar. (rhm)
Masjid 99 Kubah Batal Digunakan Ramadan
×

