MAKASSAR, BKM — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani berang. Dia tidak bisa menyembunyikan kekesalannya kepada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkantor di lingkup Kantor Gubernur Sulsel.
Dia menilai, tingkat kedisiplinan para kepala OPD tersebut masih sangat rendah. Khususnya dalam mengikuti apel atau upacara bendera yang digelar setiap Senin maupun hari-hari penting kenegaraan lainnya.
Seperti pada peringatan Hari Kesadaran Nasional yang digelar Senin (17/6) lalu.
Dari 19 OPD yang berkantor di Kantor Gubernur Sulsel, hanya enam kepala OPD yang mengikuti upacara bendera.
Tak hanya itu pegawai yang ikut pun sangat sedikit, sekitar 50 persen dari ASN. Beberapa kepala OPD yang ikut apel diantaranya Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Soekarnity Kondolele, Kepala Biro Ekonomi Since Erna Lamba, Kepala Biro Pemerintahan Hasan Basri Ambarala dan Staf Gubernur Mustari Soba.
Sekprov Abdul Hayat Gani mengaku prihatin. Apalagi, Kepala OPD strstegis yang selama ini menjadi patokan ASN, yakni Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Asri Syahrun Said juga tidak tampak pada pelaksanaan apel tersebut. Asri juga diketahui tidak menghadiri apel pagi saat hari pertama masuk kerja.
“Hari Kesadaran Nasional baru tidak hadir, bagaimana anak buahnya mau datang kalau pimpinannya tidak datang. Makanya dibuatkan Hari Kesadaran Nasional karena kita ini banyak yang tidak sadar,” kata Hayat.
Merasa tidak puas dengan kinerja ASN, Abdul Hayat pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor BKD Sulsel, Selasa (18/6).
Sidak ini dilakukan untuk mengetahui alasan ketidakhadiran kepala OPD dan ASN dalam upacara tersebut. Seperti diketahui, Abdul Hayat Gani sendiri yang menjadi inspektur upacara saat kegiatan tersebut.
“Hanya lima yang hadir dari 19 yang berkantor di sini, lebih dari setengahnya absen. Ini kita mau cek lagi apa alasannya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Asri Sahrun Said mengatakan pihaknya sementara mengecek alasan ketidakhadiran masing-masing kepala OPD.
“Yang pasti kita cek kembali apa ada tugas luar atau tanpa keterangan. Itulah diharapkan untuk dilakukan pembinaan. Kita kasih teguran sesuai ketentuan yang ada,” katanya.
Dikonfirmasi soal ketidakhadirannya pada dua apel pagi, Asri sudah memberi klarifikasi. Pada saat apel hari pertama berkantor pascalebaran, Asri sedang berada di luar daerah. Tepatnya di Bogor untuk menjadi penguji. Sementara pada Hari Kesadaran Nasional, kebetulan dirinya ke bandara untuk menjemput Dirjen Otoda. (rhm)
Sekprov Berang, Apel Kesadaran Nasional Minim
×

