MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel kembali melakukan Pengetatan anggaran. Itu dilakukan agar anggaran bisa dialokasikan secara maksimal ke infrasfruktur. Salah satu kegiatan yang jadi ‘korban’ adalah kegiatan pelatihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Sulsel.
Jika tahun lalu, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar, tahun ini tinggal Rp336 jutaan.
Hal itu dibenarkan Kepala Seksi Kewirausahaan Pemuda PPTK Paskibraka Dispora Sulsel, Nursam saat menemani dua wakil Sulsel yang akan menjadi Paskibra tingkat nasional, Rabu (24/7) menghadap Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani.
Menurutnya, anggaran itu sangat terbatas
“Kalau anggaran yang kita kelola sekitar Rp336 juta. Itu di luar akomodasi dan konsumsinya. Itu sangat kurang sekali. Hampir setengah dikurangi. Dulu Rp1 miliar lebih. Ini sekarang, kalau kita gabung dengan akomodasi konsumsi sekitar 500-an saja sampai 600 jutaan,” kata Nursam.
Dia mengaku pihaknya sampai hari ini terus berjuang agar ada tambahan anggaran. Namun sampai saat ini, tidak ada jawaban.
Ditambahkannya, banyak item kegiatan yang terancam tidak dilakukan karena anggaran yang sangat sedikit.
Misalnya studi wawasan. Bahkan, untuk uniform Paskibra, seperti pakaian dan sepatu latihan, sangat sulit disiapkan dengan anggaran seperti itu.
“Kita berusaha sampai hari ini, namun belum ada jawaban untuk penambahan. Beberapa agenda sulit diakomodir, terutama dari studi wawasannya itu sudah tidak ada. Itulah yang kita usahakan sekarang. Sementara saya konsep itu ke kadis dan melanjutkan ke atas kekurangan yaitu antara lain pertama pakaian latihan, sepatu latihan, kemudian studi wawasan,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, untuk mempersiapkan seorang Paskibra, dilakukan pemusatan latihan. Ada 73 paskibra dari seluruh kabupaten/kota yang dilatih ditambah enam pengapit dan delapan pelatih.
Khusus untuk Paskibraka yang akan mewakili Sulsel di tingkat nasional, terpilih Ksatria Jaya Saputera dari SMA Negeri 3 Luwu dan Ulfiatussaah dari SMA Negeri 7 Sinjai.
Terhitung hari ini, Kamis (25/7) hingga 23 Agustus, mereka akan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka di Gedung PPPON (Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional) di Cibubur, Jakarta Timur.
Asisten II Pemprov Sulsel, Muhammad Firda yang menerima mereka mengaku bersyukur dan bangga atas terpilihnya dua wakil Sulsel setelah melalui seleksi yang ketat. Mereka juga akan membawa nama Sulsel di tingkat nasional.
“Kita bersyukur sudah ada terpilih dua orang dari Sinjai dan Luwu, jadi ini akan membawa nama Sulsel di kegiatan nasional dan ini tugas negara kan,” kata Firda.
Firda pun berharap, mereka tetap disiplin dan menjaga kesehatan selama menjalani proses pelatihan.
“Mereka harus disiplin, jaga kesehatan, dan berdoa,” sebutnya. (rhm)

