pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sempat Jual Gerobak karena Bayar Utang

AIR TAHU atau air kedelai memang begitu menyegarkan untuk melepas dahaga. Namun dibalik itu, siapa sangka ada sosok Sumitro Jumadi pedagang air tahu yang menceritakan perjuangannya merintis sendirian usahanya.

Laporan: ARDHITA

Walaupun sehari-hari Sumitro membuat air tahu dibantu sang istri, tetapi awal merintis usahanya sempat mendapat pertentangan dari sang istri. Sebelum memutuskan menjadi pedagang air tahu, Sumitro dulunya adalah pedagang mie ayam, namun disebabkan kebutuhan mendesak termasuk membayar utang, akhirnya ia memutuskan menjual gerobak usahanya.
“Istri dulu marah karena saya mau jual gerobak mie ayam. Tapi karena terlilit utang yang harus segera dibayar terpaksa saya menjualnya. Lama-lama istri mengerti,” ungkapnya saat ditemui penulis.
Berdiri seharian di bawah terik matahari hingga menghirup debu perkotaan menjadi makanan sehari hari Sumitro. Demi membahagiakan dan mencukupi kebutuhan keluarga, Sumitro tidak pernah merasa mengeluh. Sekalipun pendapatan yang didapatkannya dulu tidak sama saat menjual mie ayam, namun dirinya merasa puas sebab tidak harus berutang lagi.
“Jual (mie ayam) itu memang bagus tapi modalnya juga besar. Kalau jual air tahu cuman beli bahannya juga tidak mahal. Tidak apa, demi keluarga pokoknya kita kerja semua,” bebernya.
Laris dan memiliki pelanggan tetap menjadikan usaha air tahu Sumitro terus berkembang. Air tahu yang dijual Rp5.000 perbotol bisa dikumpulkan hingga Rp8-10 Juta perbulan. Ia juga sempat melarang anaknya ikut berjualan membantunya, namun karena merasa ayahnya tidak sanggup berjualan sendiri, Amira anak pertamanya gigih ingin membantu sang ayah.
“Kurang lebih begitu (Omset) karena 250 itu untuk modal, sisanya itu saya dapat berapa-berapa. Saya sendiri jualan, tapi anak bersihkeras ingin membantu, ya tidak apalah,” ucapnya.
Kini dengan penghasilannya sekarang, Sumitro mendapatkan kehidupan layak. Ia sudah membeli kembali gerobak yang kini digunakan sang istri di rumah berjualan mie ayam rumahan.
Bapak lima orang anak ini berjualan mulai jam 9 pagi sampai sore. Dirinya juga tidak mengetahui pasti kenapa jualannya bisa laris manis, apalagi di siang hari. Banyak pembeli yang sengaja singgah di tempat mangkalnya, mulai dari tukang ojek, pegawai, mahasiswa hingga polisi. Sebab jualan air tahu milik Sumitro, dekat jalan poros Panaikkang dan Abd Dg Sirua yang ramai dilalui pengendara.
Selain menyegarkan, minuman air tahu milik Sumitro dirasa oleh pembelinya berbeda dengan air tahu penjual yang lain. Terlebih, diakui Sumitro, dirinya tidak pernah menggunakan bahan tambahan atau pengawet dan air tahunya kaya akan kandungan gizi dan protein tinggi.
“Tidak tahu juga apa, mungkin rasanya beda mungkin dengan pedagang lain. Karena kalau dulu itu, banyak orang yang tidak kenal, sekarang mulai tertarik dengan minuman air tahu. Saya pakai itu cuman gula dengan air kedelai saja, tidak pakai pengawet,” bebernya.(*)



×


Sempat Jual Gerobak karena Bayar Utang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar