pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

PU Kaji Amdal Aquapond Hertasning

Pembangunannya Direncanakan Mei Mendatang

MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar berencana membangun Aquapond di Lapangan Hertasning pada 2020 mendatang. Pembangunannya sendiri direncanakan mulai pada Mei 2020.
Berbagai usaha penanganan banjir yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar. Salah satunya membangun Aquapond di Lapangan Hertasning, dimana pihak Provinsi Sulsel sebelumnya telah membangun teknologi serupa di depan Kantor Gubernur Sulsel.
Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pkerjaan Umum, Muh Fuad Azis, mengatakan, pemerintah memang telah merencanakan pembangunan teknologi penanganan banjir ini.
Namun hal itu akan ditinjau kembali pada anggaran pokok 2020 mendatang. Jika anggarannya mencukupi, maka pembangunan akan langsung dilakukan. Namun jika tidak mencukupi, maka pemerintah hanya akan membuat kolam penampungan atau kolam retensi.
“Iya aquapond kita rencana pembangunan di Lapangan hertasning. Kita akan mengikuti teknologi tersebut. Kita akan lihat anggaran kita nanti, apakah bisa membuat Aquapond. Kalau tidak, kita akan buat kolam penampungan atau kolam retensi,” kata Fuad.
Jika anggaran pokok 2020 telah ditetapkan November 2019 mendatang dan pembuatan Aquapond memenuhi anggaran, maka pembangunan sendiri direncanakan mulai pada Mei 2020. Dikatakan Fuad, anggaran yang dibutuhkan pun hingga sekitar Rp12 miliar.
“Bulan Mei atau Juni bisa dikerjakan. Semoga di anggaran pokok bisa disahkan di bulan November ini, supaya proses tendernya bulan Februari atau Maret, dan bulan April sudah persiapan. Kalau kita perkirakan, anggarannya bisa Rp10 miliar hingga Rp12 miliar,” jelas Fuad.
Aquapond ini sendiri akan dibangun di bawah tanah, tepat di sisi samping Lapangan Hertasning. Menurut Fuad, letaknya tepat di sepanjang taman lapangan tersebut.
Fuad juga menjelaskan, wujud implementasi Aquapond ini tentu harus merujuk ke amdal lalin pembangunan. Olehnya, untuk saat ini, di anggaran perubahan 2019, pihaknya akan mulai menganggarkan untuk menganalisa dampak lingkungannya.
“Jadi untuk anggaran perubahan ini, kita akan mulai menganggarkan untuk menganalisa dampak lingkungannya, melalui pemrakarsanya di Dinas PU atau Dinas Lingkungan Hidup,” ungkapnya.
Aquapond di Lapangan Hertasning ini dianggap bisa meminimalisir genangan yang terjadi di sekitar Jalan Hertasning. Dikatakan Fuad, Aquapond bisa mengatasi dampak genangan yangg timbul dari Jalan AP Pettarani, Goro, Jalan Hertasning, Jalan Toddopuli, dan Jalan Tamalate I.
“Kita tidak bisa pastikan tidak ada lagi di jalan-jalan tersebut. Tapi jika masih terjadi genangan di sana, maka akan berlangsung dengan cepat. Air dengan cepat akan langsung terserap, sehingga genangan lebih cepat teratasi,” tutup Fuad.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang (SDACKTR) Sulsel, Andi Darmawan Bintang, mengatakan, Aquapond yang dibangun Pemkot Makassar berlokasi di Lapangan Hertasning.
“Kapasitas yang mau dibangun sekitar 2000 meter kubik lebih besar dibandingkan yang di Kantor Gubernur. Tahun depan mulai dibangun,” kata Darmawan.
Pembangunan Aquapond ini untuk mengatasi genangan air di sekitar Jalan Hertasning, terutama saat musim hujan. Nantinya air dari jalanan akan dialirkan masuk ke kolam retensi, setelah hujan baru akan dibuang ke saluran air menggunakan pompa.
Khusus Aquapond yang ada di depan Kantor Gubernur Sulsel, Darmawan menyebutkan sudah bisa menampung air. Saat ini, pihak Yamau selaku kontraktor tinggal mengerjakan kelistrikan untuk pompa air.
“Sudah ada aliran listrik yang disiapkan oleh Biro umum, pompa ini butuh daya sekitar 6000 Kilovolt. Dalam satu jam, pompa ini bisa mengalirkan air dari Aquapond ke saluran air menuju kanal Pampang,” sebutnya.
Untuk pengoperasian, pihak Yamau akan menyiapkan satu orang pekerjaan. Pekerja ini akan dikontrak selama setahun untuk mengatur air masuk dan keluar di kolam Aquapond.
Hanya saja hingga saat ini, kolam yang menghabiskan anggaran lebih dari Rp19 miliar ini belum diserahkan ke Pemprov Sulsel. Sebab masih menunggu proses penyerahan dari Pemerintah Jepang ke pemerintah pusat, setelah itu baru diserahkan dari pusat ke Pemprov Sulsel.
Dikonfirmasi secara terpisah, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb membenarkan hal tersebut.
” Iya rencananya Pemkot Makassar akan membangun kolam retensi di Hertasning. Tepatnya di Lapangan Hertasning,” ungkap Iqbal.(nug)



×


PU Kaji Amdal Aquapond Hertasning

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar