MAKASSAR, BKM– ATI RAJA Movie siap tayang 7 November 2019 mendatang. Film Produksi P2TM Makassar dan 786 Production adalah film yang bergendre drama romantis dengan kisah biografi seorang penyair dan musisi Makassar.
Arwan Tjahjadi selaku Eksekutif Producer Film Ati Raja, menjelaskan, film ini mengambil setting suasana Makassar sebelum Perang Dunia II. Ho Eng Dji adalah seorang tokoh seniman yang pernah berkarya di Makassar dalam dunia sastra dan musik. Ia menciptakan lagu-lagu Makassar pada tahun 1932 – 1940 an. Lagu-lagunya sangat populer hingga tahun 60an dan disiarkan di RRI.
“Ho Eng Dji, yang diperankan oleh Bojan, dimana Ho Eng Dji ini terlahir dalam keluarga Tionghoa peranakan Makassar. Ia adalah seorang yang sederhana dan sering mengalami kesulitan hidup. Namun ia sangat paham pada kebudayaan yang melatar belakangi kehidupannya (budaya Tionghoa dan Makassar),” jelas Arwan Tjahjadi, saat berkunjung ke Redaksi Fajar, lantai 4, Graha Pena, Senin (21/10).
Arwan melanjutkan, dalam kurun waktu singkat, Ho Eng Dji telah merekam dalam plat piringan hitam sejumlah lagu-lagu ciptaannya dan juga sejumlah lagu daerah. Lagu ciptaannya yang populer antara lain: Ati Raja, Dendang-dendang, Ammaaq Ciang, Sailong, dan lain-lain. “Ho Eng Dji, ini sangat peduli pada perkembangan kesenian dan kebudayaan di Sulawei Selatan, dan Indonesia pada umumnya. Karena kepeduliannya itulah sehingga pada tahun 1956 ia diundang oleh Presiden Soekarno datang ke istana untuk membicarakan perkembangan kesenian dan kebudayaan di tanah air,” katanya.
Bahkan, ujar Arwan, sebagai seorang remaja di tahun 30an -40an, Ho Eng Dji terlibat asmara dengan beberapa gadis yang hadir di hatinya. Bahkan ia terlibat kisah cinta yang rumit yang membuat hidupnya menjadi sulit. Namun demikian semua kerumitan cinta dan kehidupannya ia hadapi dengan kebesaran hatinya (Ati Raja) dan menyerahkan segalanya pada Ilahi Rabbi, jelas Arwan Tjahjadi.
Para pemeran Ati Raja Movi Bojan, Jenifer Tungka, Chesya Tjoputra, Stefani Vicky Adrias, Laili Nurfaizi, Goenawan Monoharto, Jaty Lisal, semua bintang lokal/ Makassar, mengamil lokasi shooting, Makassar- Barru- Pare-pare.
Sementara itu, Eksekutif Producer Film Ati Raja, Zulkifli Gani Otto menambahkan, dalam film tersebut ia berperan sebagai orang Belanda.
“Masyarakat harus tau namanya Ati Raja, Ati Raja adalah judul film diambil dari ciptaan Ho Eng Dji. Hati yang besar itu Ati Raja, Ho Eng Dji adalah seniman pemuda Mkassar yang memang keturunan atau identik cina makassar (Baba), diceritakan bagaimana ia menggeluti kesehariannya, kisah cintanya, orang disepelekan oleh masyarakat. Nah pemutaran Ati Raja juga dalam rangka Hut Sulsel. Dan saya berpesan kiranya Pemerintah memberi penghargaan, memberi kami semangat pemerhati film budaya film lokal. Ati Raja Movie menargetkan jumlah penonton minimal 70 ribu,” ujar Zulkifli Gani Otto.
Terpisah, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengapresiasi film karya sineas Makassar, Ati Raja yang mengangkat setting Makassar tahun 1940-an, dengan keberagaman budaya dan agama yang sangat kental kala itu.
Hal tersebut diungkapkan Iqbal saat menggelar pertemuan dengan produser beserta kru film Ati Raja, di ruang Sipakalebbi, Balaikota Makassar, Senin (21/10).
“Kota Makassar merupakan salah satu kiblat film di Indonesia selain kota Jakarta yang memproduksi film-film lokal. Di film Ati Raja ini mengambil latar belakang Makassar tempo dulu, dengan keanekaragaman dan pembauran budaya dan etnis yang ada sejak dahulu di Sulsel,” ungkapnya.
Menurut Iqbal dalam film ini dikisahkan seorang keturunan Tionghoa bernama Ho En Jhi yang sangat cinta terhadap budaya kesenian Sulawesi Selatan sehingga dari tangannya lahir kesenian lagu-lagu daerah seperti Ati Raja (Kebesaran Jiwa).
“Kita akan dukung pemutaran perdana film Ati Raja bersamaan dengan HUT Kota Makassar ke 412. Kita akan ajak seluruh jajaran pemerintah kota untuk menyaksikan pemutaran film Ati Raja ini,” jelasnya.
Produser film Ati Raja, Arwan Tjahyadi menyambut baik pemutaran perdana film Ati Raja bersamaan dengan peringatan HUT Kota Makassar.
“Terima kash atas bantuan pak wali, selain pemutaran perdana bersamaan dengan HUT kota Makassar film ini kita akan putar ke luar Indonesia seperti ke negara Malaysia, Singapura, bahkan sampai ke Hong Kong,” ucapnya.
Sementara itu pemerhati film daerah Niki berharap film Ati Raja ini dapat sukses seperti film lokal sebelumnya seperti Uang Panai, dan Silariang.
Kita harapkan dengan adanya kerja sama dan bantuan Pemerintah kota Makassar yang turut serta mempromosikan film ini sehingga dapat sukses mengikuti jejak film-film karya sineas Makassar sebelumnya.(jun-nug)
Tayang 7 November, Ati Raja Movie Target 70 Ribu Penonton
×

