pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kepsek Akui Kekerasan Anak Karena Pengelompokan Siswa

MAKASSAR, BKM– Sejumlah kepala sekolah mengakui jika tindak kekerasan dalam lingkup sekolah terjadi karena dipicu oleh tidak terimanya oknum siswa karena teguran dari gurunya. Begitupun dengan saling mengejek di antara siswa.
Kepala SMPN 6 Makassar, Munir, mengatakan, Kekerasan anak di sekolah juga didominasi dari faktor visual dari media komunikasi atau handphone. Siswa banyak meniru bentuk kekerasan yang dipertontonkan lewat media sosial.
“Semua orang harus ambil inisiatif agar kejadian kekerasan terhadap anak dan guru di sekolah tidak terulang. Apalagi, kekerasan lebih banyak dari media sosial,” jelas Munir.
Olehnya itu, tambah Munir, untuk SMPN 6 Makassar, para siswa tidak diberi keleluasan dalam menggunakan handphone pada proses belajar mengajar.
“Para siswa tidak diberi keleluasan untuk penggunaan handphone. Kami pantau, kita awasi semampu kita, dalam menggunakan handphone banyak merugikan. Dengan adanya program ramah anak akan terwujud bagaimana mengatisipasi kekerasan dalam dunia pendidikan,” tutur Munir.
Hal serupa dikatakan Abdul Latif, Kepala SMPN 29 Makassar, kekerasan dalam lingkungan sekolah diakibatkan adanya pengelompokan pengelompokan siswa.
“Biasa siswa bikin kelompok kelompok, bikin persatuan, ini yang terkadang menjadikan perbedaan. Untuk itu, kami selaku pembimbing meminimalisir kelompok kelompok, semua dijadikan satu,” singkat Abdul Latif. (jun)



×


Kepsek Akui Kekerasan Anak Karena Pengelompokan Siswa

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar