pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

UMI Dijaga 25 Polisi, CCTV di Berbagai Sudut

MAKASSAR, BKM — Dua peristiwa yang cukup menyita perhatian banyak orang terjadi di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI). Penganiayaan yang berujung terbunuhnya seorang mahasiswa, disusul pembakaran berlangsung dalam waktu yang berdekatan.
Menyikapi hal itu, pihak kampus meningkatkan kewaspadaan. Kamera pengintai (CCTV) dipasang di berbagai sudut. Selain itu, ada 25 personel kepolisian yang berjaga di dalam kampus selama sebulan.
Rektor UMI Prof Basri Modding, mengaku tidak habis pikir dengan tindak kriminal yang terjadi di dalam kampus. Untuk itu, pihaknya langsung mengambil tindakan tegas. Seluruh mahasiswa yang dinyatakan terbukti terlibat langsung dikeluarkan dari kampus. Langkah tersebut sesuai SK Rektor Nomor: 3415/H.25/UMI/XI/2019.
“Kita sudah mengambil kebijakan tegas. Semua mahasiswa yang terlibat dan terbukti sudah kami keluarkan. Sudah ada SK-nya. Kami juga sudah rapatkan soal izin memasuki wilayah kampus. Sudah kita setujui. Kami sudah instruksikan kepada satpam untuk mengambil tindakan,” jelas Basri Modding, Rabu (20/11).
Dari hasil investigasi pihak kampus, lanjut Prof Basri, ditemukan laporan kejanggalan terhadap perusakan fasilitas di gedung Fakultas Hukum. “Saya juga heran kemarin dengar laporan tim kami, yang dirusak ini gedung fakultas hukum dan korbannya dari fakultas hukum, kenapa dia masuk di Fakultas hukum dan rusak-rusak padahal fakultas ini yang jadi korban, itu ada jengalan dan asih kita terus telusuri motifnya apa sebenarnya ini,” bebernya.
Bahkan sebelum terjadinya kebakaran basecamb mapala UMI, pihak kampus juga sudah merapatkan untuk membekukan UKM Mapala sementara waktu hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hingga seluruh kegiatan kampus UMI sudah melakukan pemasangan CCTV tiap titik didalam kampus, untuk tetap berjaga-jaga dan tidak menghambat kegiatan proses pembeljaran.
“Iya kita memang putuskan sementara ini kita nonaktifkan dulu melhat situasi sekarang. Kita juga putuskan dan minta ada pengamanan kepolisia setiap hari dan menjaga itu ada 25 orang. Kita juga punya CCTV selama sebulan ini kampus dan kepolisian akan telusuri dan awasi terus hingga menyisir titik yang mencurigai, karena proses perkuiahan tetap jalan,” tutupnya.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe menaruh perhatian terhadap peristiwa yang terjadi di kampus UMI. Perburuan terhadap pelaku terus dilakukan. Juga mengantisipasi terjadinya bentrok susulan.
Ditegaskan, saat ini jajarannya mengintensifkan pengejaran dan pencarian terhadap para pelaku pembakaran. “Saat ini sedang dilakukan pencarian terhadap para pelaku,” kata Kapolda, Rabu (20/11).
Terhadap mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan mahasiswa UMI, lanjut Irjen Guntur, pemeriksaan intensif terus dilakukan. Hal itu untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan mereka.
Guna mengantisipasi terulangnya peristiwa serupa, ia berharap masing-masing pihak untuk bisa menahan diri. Percayakan ke pihak polri untuk mengusutnya,” tandasnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas para pelaku pembakaran.
Terkait pengamanan di dalam kampus pascapembakaran, lanjut Ibrahim, pihak intelijen diturunkan untuk melakukan pemantauan dan pengawasan situasi di dalam kampus.
“Kita hanya melakukan pemantauan intelijen. Tidak ada personel yang diturunkan untuk melakukan pengamanan dalam kampus,” pungkasnya.
Rencananya, Polda Sulsel akan menggelar pertemuan dengan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah). Seperti wali kota Makassar, bupati Bone, kapolres, gubernur, kapolda dan pihak UMI. Tujuannya membahas serta mencari solusi penyelesaian persoalan yang terjadi di kampus UMI. (ita-mat/rus)




×


UMI Dijaga 25 Polisi, CCTV di Berbagai Sudut

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar