pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hanya Cucu yang Membuat Semangat Meski Usaha Sepi

Ficce, di Usia Tua Tetap Menjahit Sepatu Pelanggan (2-Habis)

TIDAK semuanya usaha bisa berjalan mulus tanpa ada hambatan. Hambatan tersebut bisa dijadikan sebagai tantangan, agar lebih maju lagi. Perinsip inilah yang terus ditanamkan Ficce, meski dalam sehari usahanya sepi tanpa satupun yang datang membawa sepatu untuk dijahit.

Laporan:FACHRUL AWALIL ILMI MAHMUD

Tapi semua itu bisa terobati dengan kehadiran cucu-cucunya yang terus memberikan semangat.”Dulu saya masih bisa membawa pulang uang Rp150 ribu perhari. Tapi seharang ini kadang hanya Rp30 ribu bahkan sama sekali tidak ada karena sepi jahitan. Itu semua hanya ujian, kita tinggl berdoa saja kepada Allah,” ujarnya kepada penulis.
walau begitu, pria paru baya itu mengaku sangat bersyukur karena masih diberi kesehatan walau setiap harinya bangun subuh, dan memulai beraktivitas pukul 06.00 pagi dan pulang pukul 06.00 sore.”Anakku dan cucu-cucuku kadang menyiapkan bekal untuk disantap pada siang hari. Saya selalu merasa bahagia setiap melihat cucu dan anak saya tersenyum,” jelas Ficce sambil tersenyum.
Meski umurnya sudah 77 tahun, Ficce tetap terampil memainkan jari-jarinya untuk menjahit sepatu milik pelanggannya.
Sambil sesekali memasukkan benang jahit di dalam jarum, Ficce, juga mengaku, telah memiliki anak 12 orang anak. Masing-masing enam orang laki laki dan enam orang perempuan. Bahkan semua anaknya sudah berkeluarga.”Saya bersyukur karena anak saya sudah bekerja semua dan berkeluarga. Saya tetap menjahit sepatu, agar tidak menyusahkan anak dalam kebutuhan hidup saya,” ujarnya.
Ia menggeluti pekerjaan jasa menjahit sepatu ini sudah 53 tahun lamanya, dan sampai sekarang masih terus bekerja dengan semangat.”Dulu saya memiliki toko kecil di Jalan Veteran, tapi karena salah seorang anak saya memanggil tinggal bersamanya, akhirnya toko saya jual dan ambil rumah di BTP,” ceritanya.
Sejak pindah di Perumahan BTP, ia-pun berusaha mencari lahan atau tempat untuk membuka usaha jahit sepatu. Tapi di wilayah itu, sudah banyak yang membuka usaha yang sama jahit sepatu. Ia khawatir kehadirannya di sana bisa menghalangi rezeki orang lain, dan akhirnya memilih lokasi usaha jahit sepatu di samping kantor BRI Daya, Kelurahan Paccerakkang. Di lokasi itu memang belum ada yang buka usaha jahit sepatu.
Bahkan, sebelum menggeluti usaha jasa jahit sepatu pak Ficce dulunya adalah seorang montir sepeda dan menjahit ban sepeda yang sobek.
“Sebelum melirik jasa menjahit sepatu, saya sempat bekerja sebagai montir sepeda dan menjahit ban sepeda yang sobek selama hampir tiga bulan. Tapi suatu ketika ada seorang yang meminta tolong pada saya untuk dijahitkan sendalnya yang sudah hampir putus, ketika selesai memperbaiki kebetulan orang tersebut senang melihat hasil jahitan saya. Akhirnya banyak orang yang meminta tolong,” ungkap Ficce sambil tersenyum menceritakan kisahnya.
Menurutnya, jasa menjahit sepatu lebih menguntungkan daripada sebagai montir sepeda. Apalagi, kebutuhan untuk usaha jahit sepatu terbilang murah, hanya membeli jarum jahit dan benang jahit dari bahan jins di Pasar Sentral.(*)



×


Hanya Cucu yang Membuat Semangat Meski Usaha Sepi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar