MAKASSAR, BKM — Tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk calon aparatur sipil negara (CASN) sudah digelar, beberapa waktu lalu. Panitia Seleksi CASN sudah melakukan skoring dan verifikasi terhadap seluruh peserta yang mengikuti proses seleksi.
Dari hasil rekapitulasi yang dilakukan, diperoleh sebanyak 1.862 peserta seleksi CASN Pemprov Sulsel berhasil mencapai nilai ambang batas atau passing grade.
Artinya, ribuan peserta tersebut dipertimbangkan untuk ikut tahapan selanjutnya.
Kepala BKD Sulsel, Asri Sahrun Said, mengatakan, setelah melalui SKD, akan dilanjutkan dengan seleksi kompetensi bidang (SKB) yang juga berbasis computer assisted test (CAT).
“Setelah hasil seleksi pertama SKD, maka yang lolos passing grade itu ada 1.862 peserta. Ini akan maju ke tahap berikut untuk ikut seleksi SKB,” ucap Asri di kantor Gubernur Sulsel, kemarin.
Pelaksanaan tahap SKD CPNS lingkup Pemprov Sulsel sebelumnya digelar pada 28 Januari hingga 1 Februari lalu bertempat di ruang UPT Potensi dan Kompetensi BKD Sulsel lantai IV kompleks kantor Gubernur Sulsel.
Selama lima hari, SKD ini tercatat diikuti 4.914 peserta.
Sementara nilai ambang batas SKD CPNS 2019, yakni Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 126, Tes Intelegensia Umum (TIU) 80, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 65. Peserta yang memenuhi passing grade pun, belum tentu dijamin lolos ke tahap SKB.
Pasalnya, nilai ambang batas yang diraih peserta dalam SKD, akan dilakukan perangkingan berdasarkan perolehan nilai tertinggi. Ketentuannya, peserta SKB paling banyak tiga kali jumlah kebutuhan masing-masing formasi jabatan berdasarkan pemeringkatan nilai SKD.
“Jadi untuk SKB sementara kami masih berasumsi pada ketentuan lama, bahwa yang akan ikut pada SKB, yaitu tiga kali formasi. Jadi kalau tiga formasinya, berarti dikali tiga, maka sembilan orang yang ikut pasa tes berikutnya. Sepanjang jumlah yang melampaui passing grade mencukupi,” tandas Asri.
Untuk pengumuman hasil peserta yang lolos tahap SKB, masih menunggu petunjuk dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Apalagi proses sinkronisasi data terkait hasil SKD masih sementara dilakukan di tingkat panitia seleksi nasional (panselnas) sebelum disampaikan hasilnya ke panitia seleksi daerah (panselda).
Sebelumnya, Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi ASN BKD Sulsel, Taufiq Akbar mengaku, pengumuman SKD Pemprov Sulsel masih menunggu petunjuk teknis (juknis) BKN. Meski begitu, pengumuman hasilnya hanya ditarget bulan ini.
Hal tersebut mengacu pada surat Kepala BKN RI sebelumnya. Dalam surat bernomor: K 26-30/V 205-4/99 perihal jadwal pelaksanaan seleksi CPNS, pengumuman SKD diagendakan 22-23 Maret mendatang. Lalu pelaksanaan tes SKB pada 25 Maret-10 April. Selanjutnya, disusul penyampaian hasil seleksi tanggal 27-30 April 2020.
Namun, untuk hasil tes SKD CPNS, pihaknya masih menunggu pengumuman dari BKN. Apalagi proses sinkronisasi data masih akan berjalan. “Ini yang menjadi kewenangan BKN,” jelas Taufiq.
Pemprov Sulsel pada seleksi CPNS kali ini menerima kuota 195 formasi. Formasi ini terdiri atas formasi khusus cumlaude dengan alokasi 4 formasi, sedangkan khusus disabilitas sebanyak 4 formasi pula. Sementara formasi umum, ada 187 formasi yang terdiri dari tenaga kesehatan 74 formasi, tenaga teknis 113 formasi. (rhm)

