BERBISNIS cemilan yang menyehatkan sangat jarang ditemukan di Makassar. Apalagi, cemilan yang berasal dari tumbuhan herbal. Seperti yang dibuat oleh Abdul Mutholib. Ia membuat beragam tumbuhan herbal menjadi sebuah camilan dengan rasa yang gurih, renyah, lezat dan menyehatkan.
Laporan: ARDHITA ANGGRAENI
Sejak mengeluti bisnis ini dan memperkenalkan produknya masyarakat, pria kelahiran Malang,18 Mei 1969 yang kini sudah tinggal 16 tahun di Makassar rutin mengikuti pameran dan pelatihan UMKM. Salah satu momentum membuka usaha adalah melirik sesuatu hal yang jarang dikerjakan orang lain, lalu kita membuatnya menjadi sebuah peluang bisnis.
“Saya memulai usaha ini kurang lebih delapan tahun, kalau dulu saya jadikan sebagai obat herbal, ssekarng saya mulai jadikan itu sebagai komsumsi sehari-hari untuk dimakan. Saya berpkiran untuk jadikan tanaman oabat ini jadi anisan dan cemilan setiap hari,” ungkapnya, Senin (16/3).
Meski awalnya sulit menarik dan mendapatkan kepercayaan pelanggan untuk bisnisnya tersebut, tapi tidak membuat Abdul yang sering disapa bapak Cak ini pantang menyerah. Buktinya, bisnis yang digelutinya bisa peluang usaha yang cemerlang saat ini dan menghasilkan omset puluhan juta.
“Sudah panjang prosesnya, kalau orang disinikan mau makan tanaman yang biasaya untuk campuran makan terus mau dikomsumsi cemilan itu, terasa aneh. Nah disitu saya perkenalkan, secara pelan-pelan saya promosi ini itu di media sosial saya, kalau ikut pamerana tau event. Karena sebetulnya mau jalankan usaha ini mau tidak mau karena tidak ada pekerjaan lain setelah saya di PHK jadi karyawan,” jelasnya.
Sejumlah tanaman herbal seperti kunyit, kunyit putih, temulawak, jahe, jahe merah, tersebut disulap menjadi manisan, camilan dan bubuk instan. Hampir tidak pernah ditemukan cemilan yang dijual oleh bapak cak ini. “Tidak susah juga carinya dan saya tahu olehanya makanya saya juga, itu bahan baku didapat di Makassar dan sebagian didatangkan dari Jawa seperti kunyit putih,”bebernya.
Bisnis yang diberi nama Cak Mutholib ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya mudah dikonsumsi tanpa harus memakai air, lebih sehat, higienis, rasanya cocok di lidah, dan mengubah pola konsumsi masyarakat terhadap tanaman herbal. “Kita sebenarnya harus komsumsi makan atau cemilan itu yang sehat, kalau yang lain banyak pengawetnya, cemilan ini murnil untuk herbal untuk kesehatan. Saya alhamdulillah selma jual ini banyak yang tertarik dan memesan lagi. Sekarang punya karyawan bantu saya empat oran,” ujarnya. (*)

