pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sukses Berkat Dukungan Istri dan Anak

Agus Sutendo Penjual Potong Ayam di Pasar Daya (2-Habis)

KERJA keras untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tentu harus dibarengi dengan dukungan orang sekitar. Seperti yang sedang dilakoni Agus Sutendo (33) ketika memutuskan menjadi penjual ayam potong. Ia mendapat dukungan penuh dari anak, istri dan keluarga lainnya.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Alhasil, dari jerih payahnya berjualan ayam potong bertahun-tahun, ia telah mampu memberangkatkan orangtuanya haji dan istri bisa umroh. “Alhamdulliah semua bisa berjalan seperti sekarang. Kemarin juga saya bisa berangkatkan keluarga (orangtua dan istri) naik haji dan umroh,” ungkapnya saat ditemui penulis.
Ia juga mengisahkan kalau banyak kendala dan masalah di awal berjualan ayam potong. Agus juga terkendala modal. Sebab dirinya tidak mau menggunakan modal dari ayahnya untuk membuka usaha, sampai-sampai Agus harus merelakan tanahnya untuk dijual sebagai modal awal dirinya. Hingga kini, Agus memiliki tiga los ayam potong di Pasar Tradisional Daya.
“Memang tidak mudah untuk memulai usaha, tapi kalau tidak dimulai mau sampai kapan hidupnya begitu-begitu saja. Saya juga ingin memberikan bekal untuk semua keturunan saya nantinya, sehingga mereka nanti bisa sukses tanpa harus bekerja keras seperti yang saya jalani seperti sekarang ini,” jelasnya.
Saat ini Agus fokus menggembalikan tanahnya yang sempat dijual. Agus hanya punya satu keinginan, yaitu bagaimana caranya bisa membangun cita-cita dan impian kedua putra putrinya kelak, agar tidak susah seperti kedua orangtuanya walaupun kini hidupnya sudah mampu.
“Tidak susah-susah mi seperti dulu bersyukur sekali. Semoga juga anak-anakku tau pengorbanan bapaknya seperti apa dan mereka tidak rasa apa yang saya rasa menjadi penjual begini. Orangtua itu asal anaknya sekolah bagus-bagus sudah bersyukur mi,” katanya.
Per hari, rata-rata Agus bisa menjual 100 ekor ayam lebih, terdiri dari 60 ekor ayam broiler, 20 ekor ayam jantan, dan 25 ekor ayam kampung. Pendapatannya bisa mencapai Rp 8 juta lebih dalam sehari. “Ayam per ekornya yang kecil itu harganya Rp35 ribu sampai Rp40 ribu. Kalau Rp55 ribu ayam yang besar. Kalau ayam fillet Rp40 ribu sampai Rp55 ribu per ekor,” bebernya.
Menurut Agus, ketika berbisnis ayam potong jangan pernah mengejar untung yang berlebih dan menggunakan segala cara. “Jangan semata mengejar keuntungan, utamakan lebih kepada menjaga silaturahmi, nanti rejeki akan mengikuti dengan sendirinya.Tidak pernah berhenti berdoa, bersyukur, sabar dan ikhlas,” ucapnya.
“Ikhlas bahwa hari ini bisa untung besok bisa rugi. Kita juga harus tahu belanja berapa, kurang istirahat, serta Ikhlas tidak memiliki jam kerja dan tidak ada libur,”tutupnya.
Agus yang lahir 16 Mei 1986 ini mengaku pendapatan yang didapatkannya cukup setiap harinya, menginggat kebutuhan dan konsumsi masyarakat paling dominan adalah ayam di samping ikan. Dalam sehari Agus biasa menjual 100 ekor dengan omset rata-rata mencapai Rp8 juta ke atas, dengan harga jual Rp55 ribu per ekor.
Namun siapa sangka di balik itu semua, Agus tidak mau dikatakan sebagai penjual ayam yang sukses, dimana menurutnya julukan itu belum pantas diberikannya. Agus menceritakan jika apa yang diperolehnya sekarang bukan hal mudah didapatkannya, sebab usaha ptong ayam tidak semudah kelihatannya.
Mulai dari pekerjaan mencari ayam dari peternak yang mau menjual dengan harga yang sesuai. Apalagi ketika harga ayam peternak mengalami penurunan, dirinyapun membeli dengan harga lebih. “Di awal menjalani usaha ini, jangan mi bilang de’ banyak cobaan tidak laku, kita juga kadang-kadang harus jual harga modal karena harga ayam di ambil dipeternak sudah terlalu tinggi, belum juga da sudah pesan banyak ternyata tertipu,” bebernya.
Namun dibalik itu semua banyak pelajaran dan hikmah yang dipetik dari Agus. Dari banyaknya cobaan itu, Agus mulai bangkit dan berusaha kembali. Saat ditanya bagaimana omsetnya di bulan ramadan, dirinya menuturkan, jika omsetnya naik 100 persen. Bahkan perubahan itu sangat terasa sebelum dan setelah ramadan.(ita)



×


Sukses Berkat Dukungan Istri dan Anak

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar