pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Memberanikan Diri dengan Modal Hanya Rp20 Juta

Rasmi Ridjang Sikati, Pemilik Usaha Cemilan (2-Habis)

AKIBAT kegemarannya mengkonsumsi jamu Sanrego yang dikenal dengan rasa pahitnya, Owner Cokelat Karaeng Rasmi Ridjang Sikati memberanikan dirinya meracik jamu tersebut menjadi cemilan yang tidak lagi pahit lagi melainkan rasa manis dan gurih.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Sangat jarang masyarakat Makassar mengkonsumsi jamu sanrego, olehnya itu ia membuat eksperimen dengan menyulap jamu Sanrego menjadi jajanan.
“Kebetulan ada teman memproduksi jamu sanrego.Sewaktu saya konsumsi memang beda, menyehatkan memang. Hanya saja, jika dikonsumsi jamu sanrego pahit, makanya saya olah dalam bentuk snack. Kenapa diolah bentuk snack supaya orang yang mencicipinya tidak merasakan pahit,” ungkapnya saat ditemui penulis.
Apalagi menurut Inka sapaan akrab Rasmi Ridjang Sikati, cokelat dengan racikan Jamu Sanrego di Makassar belum ada sama sekali. “Ini baru diluncurkan. Sejak tahun 2018 saya mulai mempromosikan dan hasilnya alhamdulliah banyak yang penasaran ingin mencicipinya,” ucapnya.
Jika ditanya soal modal dan keuntungannya, Inka mengaku membuka bisnis cokelat karaeng Sanrego ini tidak main-main, dirinya berani menggelontorkan modal untuk membangun bisnis Cokelat Sanrego dengan modal awal sebesar Rp20 Juta. Jika ditanya jumlah omset dan produksi cokelat ini, Inka mengaku sudah banyak menghasilkan keuntungan dan jumlah produksi yang terus bertambah.
Berkat usaha yang dibuka Inka, Owner Yasmine Tour and Travel ini dirinya rutin memberikan sedekah kepada panti asuhan anak yatim dan masyarakat yang tertimpa bencana serta orang yang membutuhkan.

“Kita bantu korban kebakaran dan tiap bulan berbagi bersama anak yatim. Saya juga tidak mengalami masalah pada saat membuka usaha bisnis ini, Alhamdulillah tidak ada. Saya minta bantuan teman teman juga untuk promosi,” katanya.
Kini Cokelat Kacang Sanrego yang diproduksi Cokelat Karaeng sudah menjadi cemilan baru di Makassar, terlebih produk terbaru ini lain daripada yang lain. “Kacang Sanrego juga sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh Makassar. Harganya murah untuk pengambilan banyak,” jelasnya.
Untuk harga sendiri Inka membrandol harga satu pcs Cokeleat di pasaran, dengan harga sebesar Rp15 ribu. Namun untuk pengambilan minimal 10 bungkus hanya Rp100 ribu. Inka juga saat ini sedang mencari reseller di seluruh kota. Caranya mendaftar dengan SMS resellercokelatkaraeng ke 085242439962.
Menurut Wanita kelahiran Makassar, 18 september 1978 ini , awal mula merintis usaha Cokelat Karaeng Sandrego berangkat dari keprihatinannya terhadap cemilan yang justru membuat penyakit di tengah-tengah masyarakat. Apalagi cokelat yang menurut orang bisa membuat gemuk, diabetes hingga membuat gangguan kesehatan. Olehnya itu, ia melahirkan cemilan yang menyehatkan.
“Awalnya kedua anak saya senang sekali makan cokelat. Bahkan mereka marah jika saya melarang, kita tahu sendiri cokelat itu bagaimana. Makanya saya buat cokelat yang membuat kita sehat jika mengkomsumsinya,” ungkapnya saat ditemui penulis.
Belum lagi menurutnya, Sanrego ini dibuat untuk menjaga kesehatan bagi yang mengkonsumsinya dan ramah lingkungan. Sanrego dikenal sebagai obat kuat, menyembuhkan diabetes, anti diare, penawar racun makanan, malaria, obat kelainan kulit dan gigitan ular.
“Selama ini orang malas mengkonsumsi jamu Sanrego karena pahit. Akhirnya saya buatlah dalam bentuk snack. Dijamin tidak pahit dan enak dikonsumsi. Orang yang sudah coba juga pasti bilang begitu, dan itu memang terbukti menyehatkan karena pada dasarnya sanrego ini adalah jamu,” bebernya.
Bahkan akhir-akhir ini Inka rutin mempromosiskan usahanya ke pemerintah dan UKM untuk mendapatkan dukungan. Tidak hanya itu Cokelat Karaeng Sanrego ini sudah bisa didapatkan di beberapa outlet di Makassar. (*)



×


Memberanikan Diri dengan Modal Hanya Rp20 Juta

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar