MAKASSAR, BKM– Di tengah-tengah pandemi virus corona atau covid-19, yang turut merasakan dampaknya adalah sejumlah perusahaan daerah milik Pemerintah Kota Makassar.
Bahkan diprediksi sejumlah perusda tersebut mengalami defisit anggaran, sehingga menyulitkan beberapa perusda menyetorkan deviden ke pemkot.
Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, William Laurin, membenarkan, bahwa situasi saat ini memang cukup menyulitkan beberapa perusda, meskipun sifatnya hanya sementara.
Untuk itu, ia meminta kepada perusda fokus tetap bertahan hingga wabah berlalu.”Saat ini fokus saja dulu untuk memaksimalkan anggaran, itu semua yang bisa digunakan. Makanya fokus merevisi anggaran yang bisa dioptimalkan,” ungkapnya, Senin (13/4).
Legisator Fraksi PDIP ini-pun mencontohkan, bahwa beberapa operasional dapat diefektifkan dengan melakukan reposisi.”Misalnya di sini kurang penempatannya yah ditambah, kalau di sini berlebihan misalnya lima yah bisa dikurangi dua misalnya,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PD Terminal Makassar Raya, Arsony mengaku, saat ini memang menjadi momen-momen emas berbagai perusahaan daerah dalam meraup untung karena mendekati bulan suci Ramadan. Hanya saja, saat virus corona ini pendapatan tersebut kian parah.
“Saya sangat optimis waktu masuk ke PD Terminal. Tapi saat muncul wabah virus corona ini, PD Terminal harus bekerja ekstra. Apalagi, pendapatan anjlok karena tidak satupun bus yang masuk,” ungkapnya.
Sebelumnya, kata Arsony, PD Terminal biasanya meraup untung paling banyak Rp6 juta sampai Rp7 juta per harinya, kini penurunan tersebut cukup parah bahkan diakuinya tak pernah separah ini sebelumnya. Bahkan kini dirinya tidak bisa memprediksikan kemungkinan di bulan ramadan, pasalnya hal tersebut juga tergantung dari kebijakan pemerintah sendiri. (ita)
Perusda Diharap Tetap Optimalkan Anggaran
×

