TIDAK pernah terbayang di benak Aipda Sumardi bila dirinya akan menjadi polisi teladan di tingkat Polda Sulsel, yang meraih juara harapan satu. Karena apa yang dilakukannya sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) pada tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Labakkang, Pangkep semata sebagai pengabdian selaku anggota polri.
ADA dua inovasi dan pengabdian yang diabadikan Sumardi. Pertama menggratiskan mobil pribadi miliknya untuk melayani kepentingan masyarakat. Kedua, program pemanfaatan lahan tandus untuk penanaman cabai.
Untuk bisa meraih juara, Aipda Sumardi harus melalui berbagai tahapan penilaian. Mulai dari tingkat polsek, polres hingga masuk lima besar di jajaran Polda Sulsel. Hasilnya, ia pun menjadi salah satu personel kepolisian yang masuk sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik tingkat Polda Sulsel dalam kegiatan quick wins 2020.
Berbicara melalui sambungan telepon selular, Selasa (2/6), Aipda Sumardi menceritakan jika dirinya menerima telegram rahasia (TR) sejak 2018 lalu. Ia dalam posisi sebagai Bhabinkamtibmas di tiga desa, yakni Desa Batara, Pattalassang dan Kassiloe, serta Kelurahan Mangngalekana di wilayah Polsek Labakkang.
Sumardi mengawali karir sebagai anggota polri melalui pendidikan di SPN Batua pada tahun 2000. Kemudian ditugaskan di Polres Pinrang selama satu tahun. Selanjutnya dipindahkan ke Polwil Parepare ketika itu.
”Di bulan Mei 2003 saya bertugas di Polres Pangkep, dan di 2012 masuk di tim Buser Reskrim. Saat itulah saya bisa beli mobil Xenia. Rupanya mobil ini bertahan hingga ditugaskan ebagai Bhabinkamtibmas di Kecamatan Labakkang,” tuturnya.
Saat bertugas di buser (buru sergap), Mardi –sapaan akrab Sumardi– selalu mendapat motivasi dari para pendahulu dan seniornya yang bertugas di Bhabinkamtibmas. Mereka meminta agar selalu melakukan inovasi, dengan harapan sebagai aparat polisi bisa lebih dekat dengan masyarakat.
Tugas baru pun diamanahkan kepada Aipda Sumardi. Ia dipercaya sebagai Bhabinkamtibmas di tiga desa dan satu kelurahan di Labakkang. Mobil Xenia miliknya yang selama ini digunakannya untuk mendukung aktivitasnya, kemudian diniatkan dipergunakan bagi kepentingan warga.
“Jadi mobil saya ini sering dimanfaatkan oleh banyak warga untuk berbagai kepentingan. Seperti untuk mengantar pengantin, membawa ibu-ibu yang hendak melahirkan, berobat ke puskesmas dan rumah sakit. Untuk pemakaian mobil ini gratis. Di kaca bagian belakang sudah saya tulis nomor telepon yang bisa dihubungi setiap saat,” terang pria berusia 41 tahun ini.
Inovasi lain yang membawa tiga putra ini meraih juara, yakni mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan tandus agar bisa ditanami. Seperti di Desa Kassiloe. Warga menerima program pemanfaatan lahan tandus berhasil menjadikan kawasannya lebih hijau dengan menanami cabai.
”Jadi ada warga yang merelakan lahan gersangnya untuk dijadikan kebun Bhabinkamtibmas. Lokasi itu sebelumnya gersang. Kini hijau dengan tanaman cabai. Hasil dari tanaman cabai saya bagikan kepada kaum dhuafa di desa itu. Bukan saya yang tanami langsung. Tetapi partisipasi masyarakat. Ada warga ýang ditugaskan khusus menangani kebun tersebut. Nanti saat panen saya tinggal kumpul untuk dijual, lalu berikan gaji kepada pengelola. Hasil bersihnya kita bagi ke kaum dhuafa,” beber Mardi.
Apa yang menjadì inovasi Aipda Sumardi rupanya mendapat restu dari istri dan anak-anaknya. “Saya beruntung memiliki istri yang tidak pernah mempertanyakan mengapa mobil itu lebih banyak dirasakan manfaatnya oleh orang lain,” ujarnya sambil tertawa.
Sebumnya, Aipda Sumardi telah hadir di Mapolda Sulsel menyusul penetapan lima orang juara dalam ajang ini pada Kamis pekan lalu. Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Halim Pagarra, serta Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji hadir dalam acara tersebut.
”Kita bersyukur, dari sekian banyak Bhabinkamtibmas di jajaran Polda Sulsel, Polres Pangkep bisa juara harapan satu. Semoga ke depannya bisa lebih berprestasi,” harap AKBP Ibrahim Aji memberi apresiasi terhadap pencapaian Aipda Sumardi. (udi/b)

