MAKASSAR, BKM–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar melihat jika ada potensi baru yang bisa dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah yaitu wisata bahari Kota Makassar.
Menurut anggota DPRD Makassar, Saharuddin Said, perbaikan dalam hal pengembangan pariwisata sudah ada dari tahun ke tahun, bahkan anggarannya pun terus meningkat. Namun di tengah keterbatasan menerapkan protokol kesehatan dan rasa nyaman wisatawan masih menjadi pekerjaan rumah untuk pemerintah saat ini.
“Tidak ada salahnya pemerintah pikirkan bagaimana mengembangkan sektor pariwisata bahari di kota Makassar di tengah wabah yang menguncang pendapatan kita. Pengembangkan pariwisata kota Makassar ini telah mengucurkan banyak anggaran tapi tidak dimanfaatkan. Lalu akses menuju pulau yang juga belum efektif, perlu jadi perhatian,” ungkapnya di gedung DPRD Makassar, Rabu (29/7).
Lanjut legislator Fraksi PAN Makassar ini bahwa, selain pengembangan pariwisata akses dan rasa nyaman wisatawan menjadi pekerjaan rumah, pemerintah dan legislatif fokus membangun kepercayaan wisatawan.
“Apa salahnya kalau kita bangun kembali kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Makassar. Kota Makassar ini kan terkenal dengan daerah pesisir dimana potensi wisata bahari sangat memungkinkan kita jual. Seperti banyak pulau-pulau di wilayah Makassar Utara, Sangkarrang dan sekitarnya belum terkelola dengan baik oleh pemerintah, sehingga wisatawan dari luar Makassar agak segan berwisata di sana,” jelasnya.
Belum lagi salah satu tempat pelelangan kota Makassar Paotere yang memiliki pemasok ikan terbesarnya, namun belum ditata menjadi kawasan kuliner sari laut di pinggir laut.”Itu kan bisa dibuat semacam pasar malam untuk makan ikan di pinggir laut,” tuturnya. (ita)
Pemkot Harus Peka di Sektor Pariwisata Bahari
×

