MAKASSAR, BKM — Target Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar untuk menghasilkan alumni yang langsung diserap pasar kerja, terus dibuktikan. Kali ini, seorang taruna yang baru saja menjalani ujian akhir dan belum diwisuda, telah menandatangani kontrak untuk bekerja di luar negeri. Gajinya pun cukup besa. Melampaui gaji seorang professor.
Namanya Nirwan Alfianto. Ia berasal dari jurusan teknika, dan menjadi salah satu taruna yang masuk dalam kelas unggulan ketika menjalani perkuliahan. Perusahaan pelayaran asal Belanda yang telah mengontraknya untuk bekerja sebagai masinis III. Di Indonesia, agency perusahaan ini bernama PT Hangchang Indonesia.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi Prof Jasruddin melepas secara resmi keberangkatan Nirwan. Prosesinya berlangsung di halaman kampus Polimarim AMI Jalan Nuri, Rabu (28/10). Hadir Direktur Polimarim Amrin Rani, serta para pembantu direktur (pudir).
Sebelumnya, Prof Jas –sapaan kepala LLDikti– menjadi salah satu yang menguji Nirwan. Diapun mengapresiasi kemampuan Nirwan, khususnya dalam keterampilan berbahasa Inggris.
”Terus terang, bahasa Inggris saya kalah oleh Nirwan ini. Ketika saya uji, ia mampu menjelaskan apa-apa yang ada di dalam kapal serta sistem yang diterapkan. Semuanya dalam bahasa Inggris. Dari penjelasannya itu saya kemudian paham tentang apa yang ada di atas kapal,” terang Prof Jasruddin.
Ia pun memuji apa yang telah dilakukan civitas Polimarim AMI selama ini. Karena telah mampu mempersiapkan tarunanya yang langsung bisa bekerja seusai menjalani semua proses di kampus.
”Wacana yang selalu kita kembangkan di LLDikti adalah bagiamana caranya bisa mengkomunikasikan antara ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan keterampilan berbahasa yang dimiliki. Saya selalu mendorong agar mahasiswa bisa menguasai minimal satu bahasa asing. Karena yang masih banyak digunakan hingga saat ini adalah bahasa Inggris, itulah yang dikuasai dulu,” tandas Prof Jas.
Tentang pencapaian yang diraih Nirwan karena bisa langsung bekerja setelah selesai ujian, Prof Jas mengaku sedikit cemburu. Karena dari klausul kontrak yang dibacanya, Nirwan akan mendapatkan gaji yang lebih besar dari seorang guru besar. Bahkan sampai tiga kali lipat.
”Saya sudah baca kontraknya dan saya agak cemburu. Ini baru pertama kali dikontrak, gajinya sudah melebihi seorang professor,” ujarnya sambil tertawa ringan.
Menyusul pencapaian yang diraih alumni ini, Prof Jas mendorong manajemen Polimarim AMI untuk terus meningkatkan kolaborasi secara global. Tidak boleh berjalan sendiri.
”Saya tahu Polimarim AMI telah menjalin kerja sama dengan banyak pihak. Bukan hanya perusahaan pelayaran dalam negeri, tapi juga luar negeri. Terus kembangkan dan perlebar kerja sama itu. Seimbangkan porsi kerja sama antara perusahaan dalam negeri dan luar negeri. Sehingga Polimarim AMI ini menjadi kampus vokasi yang memang menyiapkan alumninya untuk bisa terus bersaing di pasar kerja,” terangnya.
Direktur Polimarim AMI Amrin Rani, mengakui bahwa pihaknya terus menjalin kerja sama dengan perusahaan dalam dan luar negeri agar para alumni bisa langsung bekerja begitu selesai kuliah. Untuk itu pula, kampus selalu menyesuaikan kurikulum dengan harapan materi yang diajarkan di bangku kuliah berkesesuaian dengan apa yang dibutuhkan lapangan kerja.
Hal itu sejalan dengan motivasi yang disampaikan Prof Jasruddin. Kata dia, kampus harus bisa mencetak alumni yang diinginkan pasar, sehingga kurikulumnya disesuaikan dengan perkembangan.
”Kampus menyiapkan sumber daya untuk tiga atau empat tahun ke depan. Karena itu kurikulum yang diterapkan harus bisa menjawab kebutuhan pasar untuk beberapa tahun mendatang,” imbuhnya. (*/rus)

