BONE, BKM — Bupati Bone Dr HA Fahsar M Padjalangi menerima piagam penghargaan dari Kepala BKKBN Pusat Dr (HC) dr Hasto Wardoyo,SpOG (K). Penghargaan itu diberikan atas partisipasinya pada kegiatan Pelayanan KB serentak Sejuta Akseptor dalamRangka Hari Keluarga Nasional (Harganas)kKe-27 tahun 2020 yang dilaksanakan 29 Juni lalu.
Penghargaan diserahkan Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN Safrina Salim, SKM,MKes kepada bupati Bone, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Dra Hj Andi Rita Mariani,MPd di Rumah Jabatan Bupati Bone, Rabu (4/11).
Safrina Salim mengatakan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bone atas prestasinya melampaui target pelayanan KB serentak sejuta akseptor yang dilaksanakan pada Harganas lalu.
“Ditargetkan masing-masing kabupaten/kota berkontribusi 100 persen, dan Bone berhasil melampaui target yang ditentukan hingga 215 persen,” ungkap Safrina.
Berdasarkan laporan data BKKBN pusat, tercatat sebanyak 1.439.966 akseptor berhasil terlayani dalam sehari. Sulawesi Selatan memberikan kontribusi sebanyak 39.801 akseptor atau 143,6 persen dari target 27.708 akseptor.
Bone sebagai salah satu kabupaten terbesar di Sulawesi Selatan, memiliki andil besar dalam pencapaian pelayanan KB di Sulawesi Selatan. Berkat kesuksesan BKKBN ini, pelayanan KB serentak sejuta akseptor ini tercatat di Museum Rekor Indonesia (MuRI).
Dalam kesempatan itu, Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi menyampaikan terima kasih kepada BKKBN Pusat atas penghargaan yang diberikan. Ia mengatakan, pencapaian pelayanan KB sejuta akseptor di Kabupaten Bone yang mencapai 215 persen tidak lepas dari kerja sama dan dukunganTNI dalam program manunggal KB-Kesehatan.
“Ini tak lepas dari kerja sama TNI, program Kampung KB yang telah dibentuk, serta inisiasi dari masyarakat bersama Babinsa,” ucapnya.
Turut hadir mendampingi Andi Fahsar saat menerima penghargaan, yakni Dandim 1407 Tauwarani Letkol (Kav) Budiman, Asisten I Setda Bone Andi Muhammad Yamin, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Bone Muh Rusli, serta DinasPemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rosnawati Radi. (rls)

