MAKASSAR, BKM — Senin malam (7/12) usai salat Isya. Puluhan orang berkumpul di dalam Masjid Darussalam, Kompleks Perumahan Bumi Bosowa Permai, Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Yang pria kompak mengenakan baju putih dan celana hitam. Sementara yang perempuan berbaju putih.
Tak lama kemudian, Hj Rakhmaniar Basri tampil di depan sebagai pewara. Ia menyampaikan bahwa acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Masjid Darussalam periode 2020-2025 segera dimulai. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, disusul laporan panitia pelaksana yang disampaikan Drs Mustakim,MSi.
Selanjutnya, Sekretaris Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Makassar Dr H Shaifullah Rusmin membacakan SK Nomor: 071/PD-DMI-MKS/SK/XI/2020 tentang Pengesahan Pengurus Masjid Darussalam periode 2020-2025. Kepengurusan ini terdiri dari Ketua H Abdul Karim, Sekretaris Faisal, dan Bendahara H Rusli Yunus. Dilengkapi pengurus pada tujuh bidang.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan DMI Kota Makassar H Tompo melantik dan mengukuhkan para pengurus., disaksikan Ketua ORW 15 Zainal Arifin. Setelah itu H Tompo memberikan sambutan.
Di awal sambutannya, ia mengatakan bahwa ciri-ciri organisasi yang baik dan bagus adalah rotasi pergantian pengurus berlangsung sesuai aturan. Hal itu ditunjukkan oleh pengurus Masjid Darussalam. Setelah kepengurusan periode 2015-2020 berakhir, langsung disusul dengan pelantikan pengurus periode lima tahun berikutnya. ”Periodesasi kepengurusan di masjid ini berjalan dengan baik,” ujarnya.
Di bagian lain sambutannya, ia menyebut bahwa saat ini ada kurang lebih 1.700 masjid yang ada di Kota Makassar. Dari jumlah itu, baru 900 di antaranya yang terdaftar dengan baik. Masjid tersebut telah mendapatkan ID dan terdaftar dalam Sistem Informasi Masjid (Simas).
”Pentingnya masuk dalam Simas, karena bantuan dari pemerintah hanya akan disalurkan ke masjid yang telah memiliki ID,” terangnya.
Selain itu, H Tompo juga mengingatkan tentang pentingnya untuk mengukur arah kiblat. Karena dari pengalaman melakukan hal tersebut di sejumlah masjid, banyak di antaranya yang arah kiblatnya tidak sesuai.
Dijelaskan pula bahwa pembangunan masjid selama ini merupakan swadaya dan inisiasi masyarakat. Tidak ada yang dibangun oleh pemerintah. Ini menandakan bila animo masyarakat untuk membangun rumah ibadah cukup besar.
Walau begitu, diakui H Tompo bahwa tidak jarang terjadi gesekan di antara pengurus, khususnya dalam proses pergantian. Karenanya, dia mengingatkan kepada pengurus yang baru dilantik untuk melakukan rekonsiliasi secepatnya. Kepada mereka yang tidak masuk dalam kepengurusan, agar tidak meninggalkan masjid.
Selain itu, lanjutnya, pengurus jangan bangga dengan banyaknya dana yang tersimpan dan mengendap di kas masjid. ”Yang bagus adalah manfaatkan dana sumbangan masyarakat tersebut. Karena yang menyumbang itu kan ingin mendapatkan pahala. Bagaimana mau dapat pahala kalau dananya hanya disimpan,” tandasnya.
H Tompo juga menyarankan kepada pengurus masjid yang baru untuk segera menghelat rapat kerja (raker) guna menyusun program kerja, baik jangka pendek maupun jangka panjang. (*)
Mereka yang dilantik:
Ketua H Abdul Karim
Wakil Ketua Dr Lasundra,SPd,MHum
Sekretaris Drs Faisal,MSi
Wakil Sekretaris Amar Ma’ruf Syarif
Bendahara H Rusli Yunus,SKom
Wakil Bendahara Hj Ramlah Mustam,SPd
Ketua Bidang Ibadah dan Dakwah HM Ramli Pade,SAg
Ketua Bidang Pembangunan dan Pengembangan Ir Hasbudi
Ketua Bidang Pendidikan dan Pemberdayaan Umat Dr Syarifuddin,SPd,MPd
Ketua Bidang Dana dan Pemberdayaan Usaha Rahayu Aras,SH
Ketua Bidang Perlengkapan dan Pemeliharaan Lalla,ST
Ketua Bidang Keamanan dan Ketertiban Ipda Amiruddin,SH
Ketua Bidang Teknologi Informasi dan Humas Andi Rustan

