WAKIL Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi titik lokasi banjir di Antang.
Tiba di posko pengungsian yang berada di Blok 10 Perumnas Antang, tepatnya di Masjid Jabal Nur, ia menyalurkan bantuan kepada para korban terdampak banjir.
Wagub menyempatkan bersama warga terdampak banjir yang mengungsi di masjid itu. Ia juga sempat berbincang dengan orang tua bayi bernama Savana yang baru saja dilahirkan, atau tepatnya berusia 10 hari.
ada kesempatan itu, AAS berbincang bersama warga untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan.
Dirinya juga mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan, mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi covid-19. Ia pun membagikan masker kepada pengungsi.
Dari lokasi pengungsian, wagub menyusuri lokasi banjir menggunakan perahu karet.
Sudirman menuju Romang Tangaya. Di sana, banjir terbilang parah. Air yang tergenang sudah setinggi dada orang dewasa.
Bersama tim relawan, ia mengevakuasi warga yang masih terjebak di rumah menuju ke Romang Tangaya.
Lokasi ini terbilang jauh dari titik pengungsian, yakni sekitar 3 kilometer.
Tiba di salah satu perumahan, terlihat salah satu keluarga yang terjebak banjir dan menunggu di atas atap rumah. Tim pun turut melakukan evakuasi.
“Kami turun karena ada ibu dan balita kembarnya dari laporan tidak mau dievakuasi. Saya langsung turun karena balita itu berisiko jika air naik lagi elevasinya. Lama kami bernegosiasi dan merayu anaknya. Alhamdulillah, mereka mau. Anak rentan dan berisiko bagi keselamatan nyawa mereka sekeluarga jika air terus naik,” ungkap Andi Sudirman.
Selain wagub, pengungsi juga dikunjungi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel Lies F Nurdin. Ia membagikan bantuan bagi ratusan korban banjir di tiga titik terparah di Kota Makassar, yakni Kelurahan Manggala Antang, dan Kelurahan Pacerakkang, Daya.
Di titik pertama berlokasi di Masjid Jabal Nur yang terletak di RW 01, RT 02 Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala. Di sini menampung 37 kepala keluarga yang terdiri 200 lebih jiwa.
Didampingi Plt Kadis Sosial Sulsel Gemala Faoza dan Kepala BNPB Sulsel Ni’mal Lahamang, istri gubernur membagikan bantuan berupa perlengkapan bayi dan anak. Terdiri dari popok, selimut, sarung, tikar, makanan, susu, minyak telon, dan kebutuhan dasar lainnya.
Masih di Kelurahan Manggala, Lies mengunjungi titik kedua yang berlokasi di Masjid Al Muttakin, RW 04/RT 08. Di sini terdapat pengungsi sebanyak 68 KK atau 254 jiwa.
”Bantuan yang kami serahkan berupa selimut, sarung, popok, minyak telon, tikar, baju, dan makanan. Pokoknya yang paling mendesak dulu. Karena ada banyak anak kecl juga di sini,” terang Lies F Nurdin.
Ia juga menanggapi mengenai kebutuhan psikis anak yang terdampak musibah. Dirinya berencana menyalurkan bantuan berupa buku dan mainan edukatif untuk mengisi aktivitas anak-anak di lokasi pengungsian.
Di lokasi banjir, Lies juga meminta agar aparatur setempat memberi masukan kepada pemerintah mengenai upaya yang dapat dilakukan untuk menghindarkan warga dari musibah banjir yang terus berulang ini.
“Masukan tadi kepada Pak Camat, tolong hanya dua titik yang selalu banjir, yakni Daya dan Antang, kalau bisa kasi masukkan kepada gubernur. Kasihan yang setiap tahun menghadapi musibah ini secara berulang,” ujarnya.
Bantuan yang sama juga diserahkan di posko pengungsian Kelurahan Pacerakkang, Daya. Terdapat 27 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 200 jiwa tinggal sementara di tempat ini.
Ketua RT 08 Kelurahan Manggala Antang Johamzah, menjelaskan bahwa solusi mengatasi banjir yang perlu dipikirkan saat ini adalah upaya menghubungkan waduk Nipa-Nipa Antang dengan saluran air yang menggenang di berbagai titik. “Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah waduk Nipa-Nipa bisa dikonekkan dengan saluran air,” sarannya. (nug)

