pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Saya Bilang ke Pak Kadis, Simpanka Memangka Vaksinnya

Punya Riwayat Rhinitis Alergi, Vaksinasi untuk Bupati Gowa Tertunda

GOWA, BKM — Vaksinasi covid-19 mulai dilakukan Pemkab Gowa melalui Dinas Kesehatan Gowa, Kamis (14/1) pukul 09.00 Wita. Pelaksanaannya berlangsung teras loby utama RSUD Syekh Yusuf. Hadir Bupati Adnan Purictha Ichsan, Ketua DPRD Rafiuddin,  Kapolres AKBP Budi Susanto, Pj Sekkab Kamsinah dan para pimpinan OPD.

Bupati mendapatkan giliran pertama untuk mendapatkan suntikan vaksin. Sesuai prosedur, ada empat tahapan yang mesti dilalui, yakni pengisian administrasi, skrining, penyuntikan vaksin dan terakhir observasi. Namun, Adnan yang selama ini cukup dikenal sangat taat menerapkan protokol kesehatan, hanya sampai pada tahap kedua, yakni skrining.
Dari skrining yang dilakukan tenaga media, Adnan diketahui memiliki riwayat rhinitis alergi. Ia juga sementara menunggu hasil swab yang telah dilakukannya Senin (11/1) lalu.

Karenanya, petugas pelayanan vaksin pun tidak membolehkan Adnan lanjut ke tahap selanjutnya.
Hal sama dialami Ketua DPRD Gowa Rafiuddin serta Kapolres Gowa AKBP Budi Susanto. Mereka batal divaksin. Walau begitu, vaksinasi tetap berjalan dengan peserta dari masing-masing pimpinan OPD.

Usai dinyatakan batal divaksin, Bupati Adnan Purichta Ichsan kepada wartawan, menjelaskan alasannya. Walau begitu, ia tetap akan menjalani vaksin.si

“Iya, hari ini (kemarin) saya batal dulu divaksin. Soalnya, hasil skrining saya itu punya riwayat rhinitis alergi. Rhinitis alergi adalah diagnosisi yang terkait dengan sekelompok gejala yang mempengaruhi hidung sehingga rawan sekali jika kena debu dan lainnya, akibatnya selalu bersin. Selain itu, saat ini saya masih menunggu hasil swab secara keseluruhan dalam keluarga saya. Senin lalu saya sudah swab, tapi karena ada kerusakan alat di BBLK sehingga sample swab masih tertumpuk. Kebetulan ibu saya terkonfirmasi positif sehingga kami satu rumah juga harus diswab cuma belum keluar hasilnya. Tapi jika hasil sudah ada dan saya dinyatakan negatif atau sehat, maka yang saya akan vaksin. Makanya saya sudah bilang ke Pak Kadis Kesehatan agar simpankan memangka vaksin,” ucap Adnan sambil tertawa.

Diakui Adnan, dirinya tidak ada komorbit (penyakit penyerta). “Saya cuma punya alergi rhinitis atau alergi terkait imun. Jadi kendala saya tidak divaksin semata karena rhinitis alergi dan belum keluar hasil swab,” katanya memberi penegasan.

Dia pun mengajak seluruh masyarakat Gowa untuk divaksin. “Jangan percaya postingan-postingan di medsos ataupun berita-berita yang ada soal bahaya vaksin. Silakan tanyakan ke ahlinya. Jangan tanya saya, karena bupati tidak tau menahu soal vaksin. Yang tahu itu dokter dan tenaga medis,” tandasnya.

Adnan juga meminta para nakes yang menjalani vaksin agar menceritakan bagaimana rasanya setelah melalui proses ini, supaya orang banyak tahu dan tidak ragu untuk vaksin. Sementara terkait soal sanksi bagi yang menolak untuk divaksin, menurut Adnan, jika memang terpaksa harus dilakukan maka pihaknya menunggu apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat, provinsi dan disampaikan ke kabupaten. Dari situ kemudian akan ditindaklanjuti.
”Sebenarnya vaksin ini tidak menjamin tubuh kebal dari segala virus. Vaksin terbaik agar kita terhindar covid-19 adalah pakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak. Maka disiplinlah memakai masker,” kata Adnan.

Kepala Dinas Kesehatan dr Hasanuddin didampingi dr Gaffar selaku juru bicara Satuan Gugus Covid19 yang juga Kabid Dinkes Gowa, menjelaskan bahwa pemberian vaksin kepada 2.155 nakes baru akan dilakukan Jumat (15/1) secara keseluruhan. Dilaksanakan pada 26 puskesmas dan RSUD Syekh Yusuf.

” Para nakes baru akan divaksin Jumat besok (hari ini). Hari ini khusus pejabat dulu. Jadi mulai besok giliran para nakes. Untuk vaksin ini tidak semua masyarakat mendapatkannya. Mereka yang tidak divaksin adalah orang yang sudah positif terpapar, ibu hamil, orang yang punya riwayat jantung, diabetes dan kronis lainnya. Makanya, sebelum vaksin dilakukan skrining dulu untuk diketahui jejak-jejaknya,” jelas dr Hasanuddin.

Sementara itu, Kapolres Gowa AKBP Budi Susanto mengatakan, vaksin yang telah disiapkan pemerintah tidak menimbulkan efek atau bahaya bagi keselamatan manusia. Karena itu, ia mengimbau agar tidak mudah percaya terhadap berita hoaks terkait pelaksanaan vaksin yang banyak beredar di media sosial. 

Usai memantau pelaksanaan vaksin dengan peserta pertama adalah Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Gowa Ambo dan Kadis PPPA Gowa Kawaidah, dr Gaffar menjelaskan bahwa mereka yang telah divaksin, dalam 30 menit tidak mengalami reaksi lokal berupa gatal atau reaksi syok anafilaktik maka tidak apa-apa. Kendatipun para penerima vaksin mengalami dua reaksi ini, kata dr Gaffar, maka mereka tidak akan mengalami hal serius. 

Para penerima vaksin ini hanya menerima suntikan vaksin dengan kadar 0,5 persen. (sar)



×


Saya Bilang ke Pak Kadis, Simpanka Memangka Vaksinnya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar