KOTA MAKASSAR sudah dua bulan ini diguyur hujan hingga terjadi banjir dan genangan di beberapa titik. Meski banjir, ada pula yang malah mendapat keuntungan dari masuknya musim penghujan. Mereka adalah penjual jas hujan. Salah satunya Juanda yang sudah berjualan dari pukul 08.00 pagi hingga sore di Jalan Urip Sumoharjo.
Laporan: MUH FACHRIZAL
Selain jas hujan, Juanda juga menjual topi anak-anak, topi orang dewasa dan kaca mata.
Kepada penulis ia mengaku, ia sudah empat tahun sebagai penjaga jualan keluarganya bernama Wahyuni. Dulunya Juanda bekerja sebagai security di salah satu perusahaan swasta selama setahun, tetapi dirinya merasa tidak cocok hingga berhenti bekerja.
Bahkan saat ini ia sudah memiliki seorang istri dan satu orang anak. Dirinya bertahan menjadi penjual jas hujan demi menghidupi kebutuhan keluarganya.”Mau apa lagi daripada tidak bekerja, lebih baik berjualan jas hujan. Apalagi untungnya lumayan di saat musim hujan seperti ini. Tinggal bagaimana kita memberikan pelayanan maksimal kepada pembeli,”jelasnya.
Dirinya menjaga jualan mulai dari pagi jam 07.00 wita sampai 17.00 wita.
Ditanya dukanya berjualan jas hujan, jika ada petugas pengamanan seperti satpol PP yang melarang berjualan di badan jalan.”Kadang kita mendapatkan omelan atau marah dari petugas jika kita berjualan di atas trotoar. Tinggal bagaimana pintar-pintarnya kirta memberi penjelasan. Apalagi, kehidupan saya di berjualan jas hujan seperti ini,”tutupnya.(*)

