PANIN BANK adalah salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Bank ini terus bertumbuh setiap tahun. Khususnya di Sulsel. Tidak tergerus walaupun beberapa bank baru membuka cabang di Makassar.
Berdasarkan laporan keuangan, di kuartal III tahun 2020 lalu, secara nasional Panin Bank berhasil membukukan laba sebesar Rp2,33 triliun. Angka ini naik 5,2 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2019. Padahal di tahun 2020 dunia dihantam pandemi Covid-19. Namun, Panin Bank sukses tumbuh secara positif.
Panin Bank di Kawasan Timur Indonesia (KTI) pun demikian. Terus tumbuh. Di bawah kepemimpinan Andi Hudli Huduri sebagai Regional Manager KTI Panin Bank, kinerja enam cabang, yakni Cabang Makassar, Kendari, Palu, Manado, Ambon, dan Jayapura terus dipacu untuk berkembang.
“Dari enam cabang ini, yang tumbuh secara signifikan di tahun 2020 lalu adalah Cabang Kendari dan Cabang Jayapura. Dua cabang ini tidak begitu terdampak oleh Covid-19. Mungkin karena jumlah penduduk yang positif relatif lebih sedikit dibandingkan di Makassar,” kata pria pecinta sepeda ini saat tampil di Podcast Bisnis channel Youtube Berita Kota Makassar, Kamis (18/3) pagi.
Hudli mengatakan, dua daerah tersebut, Kendari dan Jayapura adalah daerah favorit pertambangan. Sehingga ekonominya terus berkembang. “Kita berharap performance dua cabang ini terus terjaga dan cabang-cabang yang lain bisa bangkit,” kata Hudli.
Andi Hudli mengakui badai Covid-19 telah memukul bisnis perbankan. Banyak bisnis yang berguguran. Selain itu, pembatasan orang untuk beraktifitas juga ikut memberikan pengaruh.
“Kalau dulu orang masih bebas datang di bank untuk melakukan konsultasi keuangan. Sekarang tidak lagi. Kita semua harus berubah ke sistem digital,” kata Hudli. Makanya, lanjut dia,. di 2021 ini, pelayanan Panin Bank telah berintegrasi dengan sistem digital.
Pada podcast yang dipandu Muhammad Arsan Fitri ini, Hudli sempat ditanya tentang alasan even Panin Auto Show yang dulu pernah sangat terkenal yang tidak dilaksanakan lagi. Dengan lugas Hudli mengaku jika even itu tidak dilaksanakan lagi lantaran perubahan struktur perusahaan. Di mana, kata Hudli, Panin Bank saat ini telah memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan. Namanya Klipan.
“Tapi harus kami akui, Panin Auto Show yang dilaksanakan atas inisiatif saya dan disupport almarhum Andi Onny betul-betul memberikan pengaruh yang besar dan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menjual mobil atau yang ingin membeli mobil,” jelas Hudli.
Bahkan, kata Hudli, ada mobil milik salah satu dealer yang tujuh hingga delapan bulan belum laku, ketika ikut Panin Auto Show, hanya dalam jangka waktu empat hari langsung laku.
Di podcast ini juga Hudli menegaskan akan mencoba membahas kembali tentang even tersebut. Kalaupun dlaksanakan, mungkin namanya tidak sama lagi karena banyaknya perubahan-perubahan yang terjadi.
Selain Panin Auto Show, even lain yang membuat Panin Bank begitu populer adalah kegiatan penanaman pohon. Kegiatan ini dirintis almarhum Andi “Onny” Tenrigappa bersama Andi Hudli Huduri. Untuk kegiatan ini, Andi Hudli juga mengaku akan menghidupkan kembali.
“Kita nanti akan kembali menyiapkan bibit secara gratis kepada siapa saja yang ingin menanam pohon. Silakan datang ke Panin Bank bagi yang membutuhkan bibit pohon,” kata Hudli.
Ia menyebut, Panin Bank saat itu adalah pioner untuk urusan lingkungan. Bahkan sejumlah pohon yang telah tumbuh besar di beberapa ruas jalan protokol di Makassar adalah dari kegiatan Panin Bank. “Termasuk di Jalan AP Petta Rani. Tapi sekarang sudah ditebang karena terkena proyek jalan tol,” ujar Hudli.
Selain bicara tentang perbankan, di podcast ini juga membahas tentang hobi pria humble ini. Di Makassar, Hudli terkenal sebagai bankir yang senang berinteraksi dengan berbagai kalangan. Organisasi manapun dan kelompok apapun. Salah satunya adalah melalui bersepeda.
Hudli merupakan goweser tulen. Bahkan pagi kemarin, sebelum ke kantornya dan ke Berita Kota Makassar, ia sempat bersepeda selama beberapa jam.
“Networking kita itu tidak terbentuk dari dunia kantor. Sejak kelas dua SMP saya sudah terjun di dunia otomotif, olahraga sofball dan pernah menjadi tim junior Sulsel dan beberapa organisasi lain. Jadi networking itu memang terbentuk dari luar lingkungan kantor, dan ini yang coba saya pertahankan,” ujar Hudli.
“Saya sangat sadari hubungan di luar kantor menyangkut hobi itu sangat menunjang kerja saya sebagai bankir. Di mana saya bisa mengajak pihak lain untuk bekerja sama dengan Panin,” kuncinya. (*)

