pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Honor dari Jamaah Masjid dan Menjadi Jukir

Anwar Marbot Masjid Baiturrahman Panaikang (1)

TIDAK semua orang diberikan hidayah dari Allah untuk menghabiskan waktunya menjaga dan membersihkan masjid. Sebagai seorang marbot atau penjaga masjid harus dituntut bersabar dan ikhlas untuk menjadikan tempat ibadah lebih nyaman digunakan para jamaah. Seperti halnya yang dilakukan Anwar sebagai marbot di Masjid Baiturrahman, Panaikang.

Laporan: JUNI SEWANG

Setiap hari ia menyapu dan membersihkan seluruh bagian masjid. Penampilannya hampir selalu sama, seperti pakaian para santri, yakni mengenakan sarung dan kopiah bertengger menutupi sebagian rambut di kepalanya.

Tak jarang suara adzannya terdengar memecah keheningan pagi melalui pengeras suara masjid.Dia membersihkan masjid bersama dua temannya.
Hari itu, Senin, 22 Maret, Anwar terlihat duduk santai di depan masjid. Sebagian tugasnya sebagai marbot telah diselesaikan. Saat diminta untuk menceritakan tentang kegiatan dan suka dukanya menjadi marbot, Anwar tidak menolak.
Saat ini, kata Anwar, dia bekerja sebagai marbot sambil menjadi juru parkir di halaman masjid. Anwar mengatur kendaraan para jamaah yang keluar masuk di Masjid Baiturahman.
Pria 38 tahun ini dengan sabar menjaga kendaraan titipan para pengunjung ditemani oleh beberapa anggota Dinas Perhubungan Sulsel yang sedang beristirahat di massjid tersebut menanti pengaturan lalu lintas sore.
Dia mendapat pekerjaan sebagai penjaga masjid setelah diizinkan oleh pengelola masjid.
“Dalam menjaga dan mengurusi masjid saya tidak sendiri. Ada dua rekan lainnya turut membantu,” kata Anwar.
Mengenai honor, ia mendapatkan honor dari hasil amal jariyah para jamaah. Honor yang ia dapatkan cukup untuk menghidupi keluarganya, sedangkan biaya parkir kendaraan itu secara sukarela dimasukkan ke dalam boks dan hasilnya dibagi dengan dua rekan lainnya, serta sisanya disisihkan untuk keperluan masjid.
Kepada penulis, ia juga mengaku sangat menyukai pekerjaan ini. Menurutnya, pekerjaan sebagai penjaga masjid membuat ia dapat bertemu dengan orang-orang hebat.”Kalau untuk makan alhamdulillah cukup untuk istri dan satu anak. Di masjid saya juga banyak belajar agama dan mengaji, walaupun begitu tekadang juga memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan dari para Jamaah,” tuturnya.(*)



×


Honor dari Jamaah Masjid dan Menjadi Jukir

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar