SEBUAH toko eceran yang berdiri di pinggir jalan poros Makassar-Gowa memperlihatkan seorang ibu yang sedang mengibas-ibaskan tangan ke wajahnya yang lengket akibat keringat yang mengucur, melintasi setiap lekuknya. Dialah Andi Rosdiana penjual masker di jalan.
Penulis: RATNASARI
Atapnya yang terbuat dari seng menyerap teriknya cahaya matahari sehingga membuat ruangannya menjadi panas dan pengap.
Ia duduk berselonjorkan kaki di atas karpet rajutan tua. Mengenakan baju yang kelonggaran dan celana yang kebesaran, nampaknya itu disengaja agar angin lalu yang melintas dapat menyejukkannya barang sejenak.
Andi Rosdiana, begitu ia menyebutkan namanya. Wanita kelahiran Bugis berpuluh tahun lalu, ia berasal dari Bone, Sulawesi Selatan.
Toko ritail yang dikelolanya sekaligus menjadi tempatnya bernaung. Bersama sang adik, mereka bersatu padu menjalankan bisnis kecil-kecilan itu.
Rosdiana menjual berbagai perlengkapan yang sekiranya sering dicari oleh banyak orang. Mulai dari alas kaki, sendal dan sepatu, topi, pernak-pernik seperti gelang dan kacamata, hingga masker.
Melonjaknya pemakaian masker akibat penyebaran covid-19 membuatnya memilih untuk menjual alat pelindung diri itu. Tentu saja Ia melihat situasi saat itu sebagai kesempatan yang bagus, yang tak akan disia-siakannya.
Meski sebelum pandemi ia sudah mendagangkan masker, namun akibat lonjakan pengguna karena situasi yang ada, lantas ia menaikkan jumlah dagangannya. Terhitung sejak awal tahun 2020, ia memasarkan masker dalam jumlah lebih banyak dari sebelumnya.
Wanita paruh baya ini mengambil pasokan masker dari grosiran yang ada di kota. Sang adik yang bertanggung jawab persoalan melengkapi barang dagangannya. Mereka membelinya langsung di toko grosir.
Diakuinya, setiap kali memasok masker jualannya, ia mengambil sekitar dua puluh hingga lima puluh lusin. Namun, tentu saja dengan jumlah sekian tidak akan langsung ludes. Semua tergantung dari ramai atau tidaknya pelanggan yang ada.
Selama PPKM diterapkan, penghasilan penjualan maskernya menurun pesat. Tutupnya kampus membuat pembelinya, yang kebanyakan adalah mahasiswa, menurun. Sepinya pengguna jalan juga menjadi salah satu sebab.
Selain menjual per bungkus, Rosdiana juga menjual masker dalam bentuk pack. Ia menyesuaikan dengan kebutuhan pembelinya. Harganya pun beragam. Masker dengan tipe standar dijualnya seharga lima ribu rupiah untuk dua lembar. Sedangkan tipe masker duckbill dan n95 masing-masing lima ribu rupiah untuk satu lembar.(*)

