pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sikapi Perang Rusia dan Ukraina, Unibos Gelar Seminar Nasional

MAKASSAR, BKM–Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bosowa (Unibos), menggelar seminar nasional secara Hybrid (daring dan luring) dalam menyikapi perkembangan ekonomi secara global, Kamis (17/3).

Seminar nasional tersebut mengambil tema “Menyikapi Dampak Ekonomi dan Pertahanan Indonesia Perang Rusia dengan Ukraina”.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian BEM FEB Unibos dalam perkembangan keamanan secara global yang dapat berdampak terhadap ekonomi nasional.
Kegiatan seminar nasional dipandu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bosowa, Abdul Karim.

Ketua BEM FEB Unibos, Ariady, dalam sambutannya mengharapkan, agresi meliter di kedua negara bertetangga tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap ketahanan nasional, utamanya pada sektor ekonomi.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Ukraina Periode 2017 – 2021, Prof Yuddy Crisnandy, juga tampil sebagai pembicara pertama secara daring. Prof Yuddy menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini karena secara nasional tidak semua BEM se-Indonesia memiliki kepedulian terhadap perkembangan global.

“Perlunya kita memiliki kepedulian dan simpati terhadap apa yang dialami oleh Ukraina sebagai negara yang merdeka dalam hal sisi kemanusiaan,” ungkap Mantan Menteri PAN-RB RI ini.

Anggota DPR-RI pada periode 2004 – 2014 juga ini menyinggung secara histori tentang Ukraina di masa lampau yang jauh dari pengetahuan orang secara umum.

Sementara Pembicara kedua yakni Dr Ferry Irawan, Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal Kemenko Perekonomian RI. Ia lebih menenkan tentang issu pemulihan ekonomi nasional secara nasional. Akan tetapi dengan adanya agresi militer pada kedua negara tersebut, tentu memberikan dampak tentang ketersediaan gandum secara nasional yang presentasenya mencapai diatas 20 persen dari Ukraina.

“Hal inilah menjadi perhatian dalam stabilitas ketersediaan pangan nasional menjelang Bulan Suci Ramadan 1443 H/ 2022 M yang sisa menghitung hari. Dengan hal tersebut menjadikan beberapa keterlambatan dan penundaan ekspor pada dua negara tersebut. Tentunya ini memberikan pengaruh ekonomi secara nasional,” tuturnya.

Dekan FEB Unibos, Dr H Arifuddin Mane, yang tampil sebagai pembicara ketiga juga memaparkan jika genjatan senjata dari kedua negara tersebut perlu diakhiri. Olehnya itu, pentingnya jalur diplomasi dilakukan.

“Hal ini dapat diambil oleh pemerintah Indonesia untuk menempuh jalur diplomasi di kedua negara tersebut. Jika bukan tidak mungkin langkah ini dilakukan oleh Indonesia sebab ketergantungan ekonomi dari kedua Negara tersebut cukup tinggi terhadap Indonesia,” tutupnya.(rls)



×


Sikapi Perang Rusia dan Ukraina, Unibos Gelar Seminar Nasional

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link