pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Aryunitha Prodi Perbankan Syariah Universitas Islam Ahmad Dahlan – Antara Harapan dan Tantangan

2024 telah berakhir. Kini memasuki tahun 2025. Itu artinya di tahun yang baru ini ada banyak harapan, dan di setiap harapan itu tentu juga banyak tantangan yang akan menanti.

Seperti ketimpangan sosial, korupsi, pendidikan yang tidak merata, serta ketergantungan pada sumber daya alam menjadi ancaman serius bagi pencapaian Indonesia Emas pada tahun 2045.

Indonesia Emas 2045 adalah visi Indonesia menjadi negara tangguh, mandiri, dan inklusif di 2045. Diharapkan pembangunan 20 tahun ke depan Indonesia mampu bertransformasi menuju peradaban masyarakat yang modern, sejahtera dan tidak bergantung lagi dengan negara lain.
Di tahun 2045, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 324 juta dan diprediksi akan menjadi terbesar keenam di dunia.

Indonesia emas 2045 sendiri digagas oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 9 Mei 2019. Presiden RI ke tujuh itu optimistis bahwa Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar keempat atau kelima di dunia pada tahun 2045
.

Visi Indonesia Emas 2045 terdiri dari empat pilar utama, yaitu pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional.

Namun jika melihat keadaan yang sekarang tentu Indonesia Emas 2045 akan sulit terwujud. Sebab begitu banyak tantangan yang akan dihadapi. Salah satunya adalah dari sektor pendidikan yang belum merata ke daerah terpencil.

Tentu ini menjadi tugas besar yang harus diemban oleh masing-masing pemimpin atau kepala daerah terpilih untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Untuk itu, di tahun 2025 saya berharap semua orang mulai dari pemerintah dan masyarakat bisa saling bersinergi untuk bahu membahu agar bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045, agar negara kita tidak bisa diperhitungkan oleh negara lain sebagai negara yang mempunyai power.

Apalagi dengan keanekaragaman budaya yang dimiliki, tentu itu menjadi satu poin penting yang tidak dimiliki oleh negara lain dan harus bisa kita manfaatkan bersama untuk membangun negeri tercinta. (jar)



×


Aryunitha Prodi Perbankan Syariah Universitas Islam Ahmad Dahlan – Antara Harapan dan Tantangan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link