MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengaku tidak terlalu mengerti dengan peringatan Hari Valentine. Ketika banyak orang, khusus di kalangan anak muda yang merayakan peringatan Hari Kasih Sayang itu, dia mengaku tidak bisa menangkap esensinya dimana.
“Saya tidak mengerti Valentine itu apa, ” jelasnya.
Menurut orang nomor satu Sulsel itu, kasih sayang tidak diwujudkan dalam perayaan. Apalagi momennya hanya satu hari, di perayaan Hari Valentine.
Melainkan dengan kondisi nyata. Caranya dengan mencurahkan perhatian, memberi dan berbagi kebahagiaan dan berbagai aktifitas positif.
Dia melanjutkan, dibanding menggelar perayaaan Hari Kasih Sayang itu secara simbolik, lebih baik direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Syahrul juga meminta lebih baik banyak-banyak mencurahkan diri ke tempat ibadah karena kasih sayang itu ada di sana.
“Imbauan saya, banyak-banyak lah ke ketempat ibadah karena kasih sayang itu ada disana, ” pungkasnya.
Dua hari menjelang valentine, Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Selatan melalui Dewan Syuroh FPI Sulsel, Abu Thoriq juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak merayakan valentine. Alasannya, valentine atau hari kasih sayang merupakan sebuah momen yang sama sekali tidak berfaedah.
“Saya sudah sering mengingatkan dan meminta kepada umat muslim untuk tinggalkan budaya batil itu. Untuk apa valentine yang diciptakan orang batil ikut dirayakan setiap 14 Februari. Hanya orang kafir saja merayakan itu,” sebut Abu Thoriq.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, FPI Sulsel tetap akan turun melakukan pengawasan aktifitas umat muslim di momen valentine. Pengawasan dilakukan di titik-titik yang diketahui sering dijadikan sebagai tempat peryaaan valentine. Dan kegiatan tersebut untuk mengingatkan umat muslim untuk tidak merayakan valentine.
“Buat umat Islam, janganlah ikut dengan alur-alur yang diciptakan oleh orang-orang tidak beriman. Ikutilah alur umat muslim sesuai yang ada dalam al quran dan hadis. Dan tahun ini pengawasan tetap kita lakukan. Kita akan turun,” tegasnya.
Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar juga mengimbau seluruh masyarakat untuk mengawasi para kaum muda-mudi untuk tidak menyalahartikan momen hari kasih sayang (Valentine Day), dengan melakukan tindakan luar batas.
Menurut Ketua Komisi D DPRD Makassar, Sampara Sarip, seluruh lapisan masyarakat baik pihak sekolah dan keluarga perlu mengawasi gerak gerik anaknya yang sedang beranjak dewasa. Sebab tingkat hamil dilaur nikah seringkali terjadi di Makassar.
“Jangan sampai moment valentine dari kebudayaan barat mereka salahartikan disini, dengan berbuat yang tidak-tidak. Apalagi, sudah banyak kasus di Makassar anak remaja hamil diluar nikah. Makanya orangtua dan seluruh masyarakat perlu mengawasi kaum muda ini,” tegasnya dikonfirmasi, Minggu (11/2).
Lanjut Legislator Fraksi PPP ini mengatakan, pemerintah juga perlu mengeluarkan larangan baik kaum muda untuk melakukan kegiatan valentine serta melakukan razia disejumlah wisma, kos-kos dan hotel tempat dimana kaum muda merayakan perayaan tersebut.
“Bukan hanya penjualan kondom yang perlu diperketat tapi semua tempat perlu diawasi. Ini zaman dimana anak muda tidak pernah berpikir panjang jadi perlu kita awasi,” katanya. (arf)
Syahrul: Saya Tidak Mengerti Valentine Itu Apa
×

