pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pasca-Covid-19, Industri Peternakan Wajib Manfaatkan IT

MAKASSAR, BKM — Sejumlah kalangan, baik para akademisi, peneliti maupun praktisi peternakan sepakat bahwa pascapandemi Covid-19, industri peternakan wajib memanfaatkan Information Technology (IT). Dengan IT, diyakini industri peternakan bisa segera bangkit setelah terkena dampak pandemi Covid-19.

Gagasan ini mengemuka pada webinar yang dilaksanakan Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) bertema Menata Gagasan Konsep Pembangunan Peternakan Pasca-Covid-19, Rabu (3/6/2020) melalui aplikasi Zoom.

 

Acara yang dibuka Wakil Rektor III Unhas, Prof Arsunan Arsin ini menampilkan beberapa pembicara di antaranya Teguh Boediyana (Ketua Umum DPP PPSKI), Dr Syahruddin Said (Profesor Riset LIPI sekaligus Ketua Umum HILPI), Andi Akmal Pasluddin (anggota DPR RI) dan Prof Dr Ir Lellah Rahim (Dekan Fakultas Peternakan Unhas).

Selain itu, panitia juga menghadirkan beberapa penanggap yang terdiri dari akademisi dan praktisi. Mereka di antaranya Prof Dr Ir Ali Agus (Dekan Fakultas Peternakan UGM), Prof Dr Ir Muladno (mantan Dirjen Peternakan dan Keswan Kementan RI), Ir Didiek Purwanto (Ketua Umum PB ISPI) dan Ir Yudi Guntaro (Ketua PP HPDKI).

Saat webinar, Ketua Umum DPP Perhimpunan Peternakan Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana mengaku jika saat ini industri peternakan juga terkena dampak pandemi Covid-19. Utamanya terkait dengan impor daging sapi.

Untuk itu menurut dia, yang harus terus diperjuangkan dan sangat penting adalah swasembada daging. Tetapi, ini semua butuh keberpihakan pemerintah.

“Jargon program Kementerian Pertanian selama ini sangat banyak. Tetapi semua ada kesamaannya. Yaitu sama-sama tidak ada yang berhasil,” kata Teguh.

Sementara itu, Profesor Riset LIPI, Dr Syahruddin Said menawarkan beberapa gagasan yang harus dilakukan pascapandemi. Misalnya dengan meningkatkan kemampuan produksi peternakan secara stabil dengan memanfaatkan teknologi.

“Kemudian kita harus membangun aplikasi model terintegrasi. Tidak boleh lagi manajemen peternakan yang seadanya. Semuanya harus efektif dan efisien. Kita harus mampu mentransformasi ilmu menjadi uang,” kata alumni Fakultas Peternakan Unhas ini.

Hal yang sama juga diungkapkan Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof Dr Ir Lellah Rahim. Prof Lellah mengatakan, industri peternakan juga cukup terdampak. Contohnya di industri ayam potong.

“Dulu konsumsi ayam potong untuk hotel, restoran dan katering sangat tinggi. Tapi saat pandemi, turun drastis karena usaha ini tidak beroperasi,” kata Prof Lellah.

Prof Lellah juga menyarankan, setelah wabah ini, industri peternakan wajib memanfaatkan teknologi.

“Selain itu, kita juga harus mengoptimalkan sumber daya lokal, meningkatkan konsumsi protein asal ternak dan butuh dukungan regulasi pembangunan peternakan,” kata Prof Lellah.

Webinar yang dipandu dosen Fakultas Peternakan Unhas, Sahiruddin Sabile ini diikuti hampir 400 peserta dari seluruh Indonesia. (*)



×


Pasca-Covid-19, Industri Peternakan Wajib Manfaatkan IT

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar