pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Vaksinasi Bukan Syarat Pembelajaran Tatap Muka

MAKASSAR, BKM — Sejumlah kabupaten dan kota di Sulsel, mulai berlomba menggelar vaksinasi massal untuk siswa sekolah sebelum dilaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Apalagi, sudah ada lampu hijau dari pemerintah pusat yang memperbolehkan daerah yang masuk level 1,2 dan 3 bisa melaksanakan PTM.

Hanya saja, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, menegaskan, vaksinasi bukan syarat utama bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM). Syarat utama yaitu tetap izin dari orang tua dan kriteria level PPKM.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan, saat ini pihaknya tengah mendorong vaksinasi termasuk di kalangan pelajar untuk mempercepat pelaksanaan PTM. Tapi tujuan utama vaksinasi tetap membentuk herd immunity (kekebalan kelompok).

“Vaksin itu kan memang mengejar herd immunity untuk semua, baik pelajar atau bukan. Percepatan PTM juga bisa lebih normal dan bisa lebih maksimal. Saat ini kan masih (kapasitas) 50 persen. Tapi vaksin bukan menjadi parameter dalam pembukaan PTM,” kata Sudirman di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (1/8)
Sudirman sendiri telah menerbitkan surat edaran tentang pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19. Dia meneken surat bernomor 420/8349/Disdik itu, Senin 30 Agustus 2021.
Dalam aturan itu tidak disebutkan bahwa siswa harus divaksinasi. Namun untuk sekolah yang ingin menggelar PTM, harus memastikan bahwa semua tenaga pendidiknya telah menjalani vaksinasi covid-19. Sekolah juga harus mendapatkan persetujuan dari kepala daerah.

Selain itu, sekolah juga harus mendapat izin dari orang tua siswa yang bersedia mengantar jemput mereka. Orang tua juga diminta memastikan siswa tidak berkeliaran pada saat menuju dan pulang dari sekolah.
Namun sebenarnya PTM disesuaikan dengan kriteria situasi pandemi covid-19 berdasarkan level PPKM. Daerah yang dibolehkan menggelar PTM hanya yang menerapkan PPKM level 1,2, dan 3. Sementara daerah yang masih PPKM level 4 hanya menggelar pembelajaran daring.
“PTM sudah jalan. Seharusnya yang level 1,2,3 itu sudah tidak ada alasan kenapa tidak buka,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Hery Sumiharto, mengatakan, vaksinasi untuk pelajar terus digenjot. Dalam sepekan saja, sudah ada beberapa SMA di Makassar yang mengikuti vaksinasi seperti SMA 13 dan SMA 21.

“Tiap hari kita lakukan vaksinasi. Kami bekerja sama dengan BIN dan juga ada penawaran dari Polda. Kemudian kita difasilitasi oleh Plt gubernur melalui vaksinator keliling rata-rata 1.000 vaksin setiap hari,” kata Hery.
Hery mengatakan vaksinasi pelajar juga termasuk upaya untuk mengejar herd immunity. Untuk itu, pihaknya terus mendorong vaksinasi di sekolah-sekolah tingkat SMA.

“Hari ini ke sekolah lain sampai misalnya kita juga melihat kapasitas vaksin yang ada kalau anak-anak kita semuanya sudah siap untuk divaksin seperti di Pinrang, di Wajo,” katanya.
Karena vaksinasi bukan syarat utama PTM, Hery menegaskan bahwa, siswa yang ingin ikut vaksinasi harus mendapat izin dari orang tua. Artinya tidak ada paksaan untuk mengikuti vaksinasi.
“Yang wajib melaksanakan tatap muka itu menurut Kemendikbud dan SKB 4 menteri bahwa level 1, 2, 3. Itu pun pembelajaran terbatas. Sekian persen untuk level 25 persen untuk level 3, 50 persen untuk level 2, dan 60 persen untuk level 1. Level 4 yang mungkin ada yang belum bisa,” kata Hery.(jun)




×


Vaksinasi Bukan Syarat Pembelajaran Tatap Muka

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link