pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jeje Iskandar, MC, Dancer, dan Trainer

Bayar Sanggar dari Uang Hasil Mengajar Ngaji di Masjid

MAKASSAR,BKM.COM–KETERBATASAN ekonomi kerap membuat seseorang patah semangat untuk meraih keberhasilan. Tapi itu tidak berlaku bagi Jeje Iskandar. Ia tetap mengejar mimpi-mimpinya walau kedua orang tuanya tak mampu membiayai.

JEJE Fachruddin, itu nama yang sebenarnya. Namun lebih dikenal sebagai Jeje Iskandar. Tentu ada kisahnya. Jeje pun menceritakannya ketika menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar. Termasuk kisahnya dalam merintis karir hingga bisa meraih keberhasilan menjadi seorang master of ceremony (MC), dancer serta trainer.
”Nama Jeje Iskandar itu awalnya waktu Covid. Di situ akn tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan. Akhirnya buat usaha makanan dari rumah. Diberi nama Jedar Food. Jedar itu singkatan dari Jeje Iskandar. Sampai sekarang untuk sertifikat juri, MC, dan melatih itu namanya Jeje Iskandar. Kecuali di ijazah sekolah itu Fachruddin,” terang Jeje.
Aktivitasnya saat ini masih melatih. Ia diback up oleh asisten. Jeje mengaku, dirinya termasuk tipikal yang suka mengajar dan membantu orang lain. Bila ada peserta didik yang dilatihnya sudah lulus dan mereka tidak tahu mau buat apa, kemudian diajak untuk bergabung dan mengajar adik-adiknya. Selanjutnya diberi fee dari kegiatan mengajarnya itu.

Selain itu, Jeje juga masih aktif menjadi MC, baik di acara wedding (pernikahan), birthday (ulang tahun) dan semacamnya. Termasuk menjadi brand ambasador produk, serta residen salah satu kafe yang cukup besar di Makassar. Jeje juga seorang Selebgram yang tak jarang mendapat job untuk mempromosikan produk dan hal-hal yang baik.

Diakui Jeje, ketika duduk di bangku SD dirinya hanya sekadar menjadi penonton jika ada penampilan dari teman-teman sekolah atau bila ada lomba. Hal itu berubah saat di SMP. ”Saya berpikir waktu itu, aku mau jadi apa? Waktu itu saya lihat ada lomba dancer di Twitter. Akhirnya belajar dari Youtube. Dari situ mulainya,” ungkap Jeje.

Di saat SMP itu pula ia bergabung di sebuah sanggar. Di dalamnya Jeje belajar tentang public speaking, akting, menyanyi, hingga dancer. Namun kecenderungannya lebih ke akting, dancer, dan sesekali public speaking.

”Waktu itu saya belum punya apa-apa. Empat tahun gabung di sanggar sudah bisa mencari uang sendiri. Saya ini kan anak pertama dan memiliki cukup banyak adik-adik,” terangnya.

Dari sanggar itulah kemudian Jeje masuk dalam salah satu tim dancer di Kota Makassar dan juga mengisi acara. Saat bersamaan, Jeje mendapat kesempatan untuk melatih tim dancer salah satu SMP di Makassar. Jadilah itu melatih dancer setelah pulang sekolah.

”Sampai bingung untuk atur waktunya. Bahkan waktu itu saya berpikir tidak usah sekolah. Mending cari uang saja,” imbuhnya.
Ia pun harus beberapa kali pindah sekolah. Bahkan sampai masuk ke sekolah yang tidak terkenal dan saat ini sekolah tersebut sudah tidak ada.

Rasa tidak percaya diri sempat menghinggapi Jeje. Sebab teman-temannya banyak yang punya handphone dan baju bagus, sementara dirinya tidak punya kemampuan untuk membelinya.
Di tahun 2019 ia memberanikan diri untuk terjun ke dunia MC. Ia sebelumnya sering membuat konten di Instagram hingga review makanan.

”Waktu itu ditelepon oleh EO (Event Organizer), Jeje Iskandar mau tidak mengisi acara di sekolah ini? Kalau orang biasanya bertanya berapa bayarannya, saya tidak. Saya langsung mengiyakan saja. Nanti setelah selesai acara baru ditransferkan. Dari awalnya Rp150 ribu ke Rp300 ribu, dan sekarang bisa tembus Rp3 juta per sekali jadi MV,” beber Jeje.

Menjadi seorang pelatih dancer juga dilakoninya. Tim di sejumlah sekolah telah dilatihnya. Termasuk di salah satu kampus pariwisata di Makassar.

Seiring berjalannya waktu, terhitung sejak tahun 2022, Jeje kini menawarkan paket komplit untuk sebuah acara. Bila ia diminta menjadi MC, ditawarkan pula dancer serta tari. Begitu pula band.

”Di acara malam tahun baru yang lalu, saya memang tidak ada job untuk MC. Tapi back up salah satu hotel besar di Makassar. Saya melatih semua manajernya, stafnya, dancer main, carikan DC. Sampai bisa tembus Rp25 juta waktu itu,” jelas Jeje.

Tahun 2019, diakui Jeje, begitu disukainya. Alasannya, ketika itu dirinya melatih dancer saat di atasnya ada yang lebih jago. Mereka pung tak jarang biasa bertemu pada event besar yang dipertandingkan.

Hingga dalam sebuah event lomba dancer, tim dancer sekolah yang dilatih Jeje terpilih mewakili Makassar ke ajang tingkat nasional di Bandung. Jeje tak menyangka bisa mendapatkan kepercayaan itu. Ia pun membawa empat orang personel dancernya ke Bandung. Mereka berkompetisi dengan peserta dari 27 kota di seluruh Indonesia. Hasilnya, wakil Makassar keluar sebagai juara tiga.

Di balik pencapaiannya itu, ada kisah haru yang menyertainya. Jeje yang kini berusia 25 tahun dan mulai merintis karir sejak usia 18 tahun, memiliki orang tua dengan latar belakang ekonomi kurang mampu. Untuk membayar uang sanggar tempatnya berlatih saja ia harus berusaha sendiri.

”Orang tua kan tidak tahu dancer itu apa. Dikiranya yang goyang-goyang saja, capek. Sementara saya masih sekolah,” terang Jeje.
Karena keterbatasan itu pula, Jeje kemudian menjadi guru mengaji di masjid dekat rumahnya. Hasil dari mengajar mengaji itulah yang kemudian dipakainya membayar sanggar. Biasanya ia mendapatkan Rp100 ribu sampai Rp150 ribu dari mengajar mengaji. Sementara untuk bayar sanggar Rp100 ribu.

”Dari rumah di Kumala ke sanggar di Boulevard saya naik angkot. Biasa juga nebeng ke teman-teman. Prinsip saya tidak bisa mengeluh, karena selalu ada jalan untuk mendapatkan semuanya. Alhamdulillah, tahun lalu hampir semuanya tercapai,” tandas Jeje.

Aktivitas jadi guru mengaji dilakoninya hingga ia selesai di sanggar. Orang tua tahunya Jeje ke masjid untuk salat dan mengaji bersama teman-teman.

Sekarang mereka sudah tahu semuanya dan mendukung apa yang saya lakukan.
Jeje berpesan, jangan pernah memendam bakat yang dimiliki. ”Jangan lari dari jalur kalian. Harus buktikan bahwa orang seperti kalian pasti punya prestasi. Dikenal sebagai apa. Kalau viral itu bisa tenggelam. Tapi kalau ilmu yang diberikan kepada orang-orang itu tidak akan tenggelam,” ujar Jeje. (*/rus)



×


Jeje Iskandar, MC, Dancer, dan Trainer

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link