pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hadir Untuk Atasi Persoalan Perikanan di Indonesia

Gerakan Baku Bicara Bisnis Ikan (Bara Ikan)

SERAPAN hasil laut pada sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya bagian Timur dinilai belum maksimal. Hal itu membuat PT Thunusea Media Oceana membentuk Gerakan Bara Ikan atau Baku Bicara Bisnis Ikan.

BARA Ikan sendiri secara legalitas adalah sebuah perkumpulan yang di dalamnya bergabung orang-orang yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama. Bergerak di bidang konsultan manajemen, pendampingan, penguatan, penggerak dan pendorong pengembangan bisnis ikan tangkap.

“Bara Ikan ini secara legalitas adalah sebuah perkumpulan, yang mana perkumpulan itu memang fokusnya dan beberapa orang yang memiliki tujuan yang sama dari latar yang berbeda-beda tapi ingin melakukan hal yang sama dan konsentrasi yang sama. Beberapa orang ini kemudian melihat bahwa ternyata satu objek yang sering diketahui tapi tidak dipahami masalahnya adalah persoalan perikanan di Indonesia,” ungkap Rusdi Hidayat Jufri selaku Presiden Bara Ikan dalam siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar.

Apalagi, lanjut Rusdi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pernah menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Sulsel ini cukup terbilang tinggi. Untuk itu Bara Ikan hadir guna memberikan ruang dan menampung semua masalah, serta mendengarkan apa saja keluhan masyarakat pesisir, khususnya di Indonesia timur.

“Pemerintah Sulsel itu kan pernah menyebut angka ekstrem miskin. Nah, ekstrem miskin di Sulsel ini kan lumayan tinggi, 40 persen kalau saya tidak salah. Meskipun ada penurunan karena adanya bantuan bansos , tapi itu kan tidak menyelesaikan masalah. Cuma secara kalkulasi angka itu seolah-olah penghasilan meningkat. Misal estimasinya Rp400.000 hanya karena dibantu limit atasnya sedikit naik, kemudian dianggap bebas dari kemiskinan. Itu kan tentu tidak menjadi solusi. Jadi kita berpikir bahwa bagaimana berperan juga untuk terlibat langsung, dan ternyata ekstrem miskin itu banyak di masyarakat pesisir. Jika kita bicara tentang pesisir maka kita bicara tentang profesi sebagai nelayan, yang mana memang kehidupannya ada di situ. Karena itu kami membuat organisasi yang mana di dalamnya kita bisa menampung semua masalah masyarakat dan menyerap keluhannya,” terang Rusdi.

Selain itu, Bara Ikan juga mengumpulkan beberapa stakeholder yang ada untuk bisa menyatukan dan mengolaborasikan, seperti pemerintah, pelaku usaha dan juga masyarakat yang ingin berbisnis ikan, bahkan pariwisata.

“Prinsipnya begitu, kita mengambil langkah, mencoba menjalankan dan mengumpulkan semua stakeholder yang ada. Termasuk pemerintah sebagai regulator, pelaku usaha sebagai operator, nelayan sebagai suplai dan importir di luar negeri sebagai market atau domestik. Begitu pula masyarakat yang mau berbisnis di perikanan kita dorong di maritim. Ada yang di pariwisata dan sebagainya,” lanjutnya.

Sudah setahun lebih Bara Ikan terbentuk. Saat ini sudah mempunyai market di beberapa negara, seperti Singapura, Panama, Irak, Malaysia dan beberapa negara lainnya.

Sejak kehadirannya, ternyata Bara Ikan membawa dampak pertumbuhan. Walaupun kecil, namun menurut inisiator Bara Ikan, semangat recoverynya cukup efektif. Untuk itu ia ingin Bara Ikan bisa berkontribusi lebih besar lagi.

“Ada perubahan, dan data telah menunjukkan bahwa ada sedikit pertumbuhan memang di akhir-akhir tahun walaupun itu kecil. Artinya memang semangat recoverynya efektif. Untuk itu Bara Ikan ingin berkontribusi lebih besar lagi untuk pertumbuhan ekonomi itu,” kata Dwi Indarmani selaku Inisiator Bara Ikan.

Tetapi, menurut Presiden Bara Ikan, ada beberapa kendala yang memang membuat proses pertumbuhan dan perkembangan pemasaran ikan ini menjadi terhambat. Salah satunya adalah geografis.

“Tantangan kita sebenarnya ada banyak, salah satunya geografis. Geografis itu kan artinya negara kepulauan. Nah, negara kepulauan itu harus ada yang mengkoneksikan antara pulau itu supaya terhubung dengan baik, karena kita butuh akurasi data. Misalnya satu negara membutuhkan, anggaplah negara Cina dan Amerika, mereka butuh memberikan makan kepada miliaran orang, nah ikannya dari mana. Makanya mereka butuh data, siapa yang bisa mensuplai misalnya ikan, berapa banyak kebutuhan mereka dan dari mana ikan itu. Kalau cuman Sulsel kan itu nggak mungkin bisa. Makanya, itu harus dibantu dengan data yang terinterkoneksi antara semua pulau itu,” jelasnya.

Saat ini, Gerakan Bara Ikan sudah menjalin komunikasi dengan 236 pengepul di Sulawesi Selatan. Nantinya gerakan yang sama juga akan dilakukan di beberapa provinsi lain. (jar)



×


Hadir Untuk Atasi Persoalan Perikanan di Indonesia

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link