MAKASSAR, BKM — Sejumlah penyakit biasanya mengalami peningkatan saat musim hujan dan banjir melanda. Beberapa penyakit yang muncul disebabkan air kotor karena banjir yakni diare, muntaber, dan juga gatal-gatal.
Berdasarkan data di Rumah Sakit Haji milik Pemprov Sulsel tercatat 19 orang (anak anak hingga orang dewasa) yang rawat inap akibat terserang diare selama musim hujan selama akhir November lalu.
“Banyak penyebab diare, baik itu kotoran dan kencing tikus yang tercampur banjir juga rentan menyebarkan bakteri Leptospira, penyebab leptospirosis,” ungkap salah satu perawat RSU Haji Propinsi Sulsel, Sri.
Sri menjelaskan bakteri leptospira dapat masuk melalui kulit yang terluka jika terkena genangan air yang telah tercemar kencing tikus.
“Sekecil apapun luka, kuman bisa masuk. Bisa lewat mata dan juga mulut. Tapi paling sering melalui kulit,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah pasien di Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohuso utamanya penyakit diare sdah mencapai 281 orang yang didominasi jenis kelamin perempuan.
Kepala Bagian Hukum dan Humas, DR Dr Muh Ilham Hamzah DESS menuturkan, ada banyak jenis penyakit yang muncul sejak masuknya musim hujan. Hanya saja saat ini RS Wahidin baru mencatat sebanyak 281 pasien diare tahun ini dibanding tahun lalu sebanyak 123 pasien. Perbandingannya sebanyak 158 pasien atau 9,6 persen peningkatannya.
“Penyakit terbanyak kedua adalah diare 281 atau (21,9 persen), terbanyak ketiga leukemia 209 (16,3 persen), dan urutan teratas adalah penyakit lain 336 (26,1 persen). Paling banyak anak perempuan lebih tinggi dibandingkan anak laki-laki, yaitu 0,12 persen berbanding 0,11 persen,” ungkapnya, akhir pekan lalu.
Selain itu ia juga menyatakan perihal data penyakit leptospirosis atau kencing tikus dan penyakit kulit belum diketahui datanya, namun jumlahnya ia bisa memprediksikan bisa banyak jika sudah masuk musim penghujan seperti saat ini.
“Semua penyakit rentang terjadi, soal diare rentan terjadi pada musim hujan akibat kontaminasi bakteri pada makanan dan air minum. Jadi pola hidup sehat saat musim hujan perlu di jaga utamanya kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Ia menuturkan usia yang rentan penyakit tersebut bervariatif mulai usia 0-4 tahun, 8-14 tahun dan 25-42 tahun. Ia juga belum bisa memastiskan berapa jumlah pasien yang meninggal diakibatkan oleh penyakit tersebut. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri leptospira yang berasal dari kotoran dan kencing tikus.
“Semua penyakit ini adalah bakteri yang masuk kedalam tubuh manusia, itu dapat menginfeksi manusia melalui kulit yang luka, mata, dan mulut. Perlu diimbau saja untuk berhati-hatilah saat bermain saat hujan maupun saat banjir,” bebernya.
Hal yang sama dikatakan Kabid Penyehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Sulsel, dr Nurul AR. Nurul menjelaskan, penyakit yang sering muncul dan perlu diwaspadai saat kondisi cuaca seperti ini adalah adalah ISPA, diare, dan DBD.
Menurutnya, langkah pencegahan untuk masyarakat adalah diminta kemandirian melakukan pencegahan minimal di tingkat keluarga, dengan konsumsi makanan bergizi termasuk makan buah, jaga personal hygiene, dalam rumah dan lingkungan, tetap olahraga dan minum air putih.
Dia melanjutkan, pihaknya kerap melakukan sosialisasi, edukasi melalui beberapa kegiatan yang dilakukan pada tingkat puskesmas, dinas kesehatan kabupaten/kota dan provinsi dengan melibatkan masyarakat.
“Di tiap puskesmas, ada tenaga surveilans yang tetap rutin memantau, melakukan intervensi dan melaporkan secara rutin terhadap kejadian-kejadian yang muncul terutama kejadian luar biasa (KLB) penyakit,” ungkapnya.
Dia menambahkan, ada tim gerak cepat (TGC) kabupaten/kota dan provinsi yang siap turun dalam waktu 24 jam setelah kejadian di suatu daerah yang dinyatakan KLB dengan melakukan penanganan agar penyakit KLB tidak menjadi masalah. (rhm-jun-ita/war/b)
Pasien Diare di RS Wahidin Meningkat
×

