MENGENAKAN baju ketat dan bermake up tebal sering dilakukan Nurfadillah saat bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan tuntutan perusahaan yang menerimanya untuk bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG), agar dapat tampil menarik di depan orang banyak saat menawarkan produk yang dijualnya. Itupun dilakukannya ketika ada even yang digelar.
Awal 2013, tahun dimana dia mulai bergabung dan bekerja sebagai SPG. Pekerjaan yang dilakoni ketika itu bukanlah dambaannya sejak kecil. Hanya sekadar untuk mendapatkan uang guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terutama membiayai kuliahnya.
Dengan berdiri dan rajin menawarkan produk kepada pengunjung yang datang di even, baik indoor maupun outdoor seperti dalam mall, dia sudah bisa membawa pulang honor sebesar Rp350 per hari. Waktu kerjanya mulai pukul 09.30 Wita hingga 15.00 Wita.
Meski tidak dituntut atau ditarget untuk menjual sebanyak mungkin prodak lalu dibayarkan honor, namun perempuan kelahiran Ujungpandang, 12 Januari 1994 ini mengaku tetap profesional dalam bekerja. Ia selalu menjual sebanyak mungkin produk yang dibawanya. Apalagi jika targetnya tercapai, dia akan mendapatkan bonus.
Sebenarnya, produk yang dijualnya diperuntukkan bagi cewek. Namun banyak cowok yang datang menghampirinya dan menanyakan harga barang yang dijualnya. Buntut-buntutnya, mereka ternyata meminta nomor telepon yang diiiringi dengan kalimat rayuan gombal.
Agar produk yang dijualnya bisa laku, Nurfadillah tetap melayani cowok yang datang itu. Termasuk memberikan mereka nomor handphone (HP). Alasannya, bisa saja cowok yang menghampirinya itu benar-benar ingin membeli produk yang dijualnya untuk diberikan kepada istri atau pacarnya.
“Biasa ada cowok yang datang gombal saya dan minta nomor telepon. Kadang saya kasih nomor teleponku, dengan harapan barang saya bisa laku. Siapa tahu kosmetik yang saya jual dibeli cowok itu untuk diberikan kepada istri atau pacarnya. Kita kan tidak tahu itu,” ucap perempuan yang senang shopping ini.
Seiring perjalanan waktu, Nurfadillah tidak menutup telinga terhadap isu dan selentingan yang beredar di sekelilingnya. Ada yang mengait-ngaitkan profesi SPG dengan hal-hal negatif.
Akhirnya, diapun memutuskan untuk berhenti dan mencari pekerjaan lain, sembari melanjutkan kuliahnya di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar.
”Tidak lama saya bekerja sebagai SPG. Saya tidak senang kalau ada yang bilang, cewek SPG itu sering digombal laki-laki, meski sebenarnya sebagian besar itu tidak benar. Semuanya tergantung pada orangnya, apakah memang ia mau digombal atau tidak,” ujarnya.
Pada tahun 2014, Nurfadillah mendapat informasi adanya lowongan pekerjaan di PT Nusantara Infrastructure sebagai penjaga loket pembayaran di jalan tol. Diapun mendaftar dan akhirnya diterima.
Sejak awal hingga saat ini, Nurfadillah mengaku nyaman bekerja. Selain gajinya yang cukup tinggi, pekerjaannya terbilang cukup santai.
Tapi pekerjaan ini bukan tanpa ‘risiko’ bagi Nurfadillah. Karena ternyata ia masih biasa mendapat gombalan, serta permintaan nomor HP dari pengendara yang melintas. Hampir setiap hari ia mendapati pengendara yang membayar sekaligus meminta nomor telepon.
Namun, selama tiga tahun bekerja, dia mengaku tidak pernah memberikan nomor telepon kepada satupun pengendara itu. (arf/rus)
Headline
Halaman Utama | Berita Kota Makassar
EVEN lima tahunan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) tingkat nasional VIII akan digelar di Bumi Perkemahan Tonasa 1, di Desa Balocci, Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, Senin (25/7) hingga Minggu (31/7).
Laporan: Rahmawati Amri
KETUA Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel, Ichsan Yasin Limpo mengatakan, kegiatan ini menurut rencana akan dibuka langsung Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dan dihadiri sejumlah menteri. Diantaranya Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), serta Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Puan Maharani. Kepala Badan Narkotikan Nasional (BNN), Budi Waseso juga akan dihadirkan dalam kegiatan ini.
Pembukaan Jumbara akan dirangkaikan dengan kegiatan penanaman pohon bersama Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup di Desa Maccini Baji, SMK Pertanian, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep.
Ichsan menjelaskan, tujuan kegiatan Jumbara ini adalah meningkatkan kepalangmerahan serta peranan remaja PMI sebagai pendidik sebaya melalui pendekatan keterampilan hidup.
Dia melanjutkan, hingga kemarin persiapan acara sudah hampir rampung 100 persen.
“Kita sebagai panitia tak menemukan kendala berarti dalam mempersiapkan Jumbara. Semua sudah hampir rampung,” kata Ichsan saat menggelar jumpa pers di Kantor Pusat PMI Sulsel Jalan AP Petta Rani, Minggu (24/7).
Dia mengemukakan, ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan pada Jumbara VIII. Diantaranya youth station, jurnalistik remaja, kewirausahaa sosial, remaja tangguh, lokakarya, ngobrol nareng PMI, Interntional Youth Conference, dan Hukum Perikemanusiaan International (PMR).
Setiap peserta yang mewakili kontingen PMI provinsi akan berkemah di lokasi yang telah disiapkan panitia penyelenggara.
Sementara itu, Ketua Bidang PMR dan Sukarelawan Pengurus Pusat PMI, Muhammad Muas mengemukakan, tidak kurang dari 2.500 peserta Jumbara dari seluruh Indonesia dan 10 perhimpunan nasional negara sahabat akan memeriahkan kegiatan akbar ini. Negara yang menyatakan ikut diantaranya Vietnam, Thailand, Kamboja, Pulau Solomon, Timor Leste, Brunai Darussalam, Italia, Jepang, Myanmar, dan Filipina.
“Kami mengusung tema; Pandai, Manusiawi, dan Responsif pada Jumbara tahun ini,” ungkap Muas.
Menurut Muas, kegiatan kompetitif dalam Jumbara bisa meningkatkan kemampuan dan kepandaian anggota PMR. Selanjutnya aspek kemanusiaan sangat kental, sehingga sifat manusiawi yang dimiliki anggota PMR akan tercermin dan terasah dalam kegiatan bakti yang dicakup dalam Jumbara. Para anggota PMI juga diuji kepandaian dan keahliannya dalam menangani masalah kemanusiaan. (*/rus)

