pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ngurus Masjid dan Mengurangi Biaya Hidup

SANGAT sulit ditemukan mahasiswa untuk bisa mengurus dan menjaga masjid. Di kehidupan modern ini, mahasiswa lebih mementingkan bersenang-senang bersama teman-temannya dan menjadi aktivis yang turun melakukan aksi demo.

Laporan: RAHMAN

Tapi tidak bagi Hariyanto (23) tahun. Pria yang terlihat kalem ini harus menghadapi rintangan hidup untuk bisa terus kuliah. Dengan bekal ilmu agama yang dimiliki, ia melanjutkan pendidikan sembari menjadi pembersih, penjaga masjid hingga meluangkan waktu mengajar anak-anak mengaji di Taman Pendidikan Al Quran di Masjid Babul Jannah, Jalan Mannuruki 2, Makassar.
Saat ditemui penulis, Hariyanto yang masih mengenakan kain sarung sedang menyapu lantai di teras masjid. Dengan sangat telaten pria ini membersihkan setiap sudut masjid dari debu yang menempel di lantai.
Baginya, mencari kebaikan dan menuntut ilmu memang sangat sulit dan butuh perjuangan keras, kesabaran dan ketabahan. Apalagi, dia hanya berlatar belakang dari keluarga petani yang hidup pas-pasan di perkampungan terpencil di Desa Tallang Rilau, Kecamatan Bungin, Kabupaten Enrekang.
Harianto saat ini tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik UIN Alauddin Makassar. Saat ini dirinya tengah proses penyelesaian studynya apalagi dia telah semester akhir.
Untuk mencapai cita-citanya itu, dirinya harus berpikir keras apalagi hidup di tengah kota Metropolitan seperti Makassar yang merupakan dunia baru baginya, Anto sapaan akrabnya memilih tinggal di Masjid.
Menurutnya, banyak manfaat yang diperoleh dengan tinggal di masjid, disamping menambah ketaatan dan ilmu agama, juga bisa mengurangi pengeluaran untuk biaya hidup.
“Tinggal di masjid biaya lebih hemat, beda kalau kita kos-kosan atau ngontrak rumah harus mengeluarkan biaya tambahan. Selain itu, dengan tinggal di masjid saya bisa khusuk beribadah dan juga bisa bantu-bantu orang, minimal menyalurkan ilmu yang dipelajari di kampus,” katanya sambil sesekali mengusap keringat yang menempel di dahinya.
Ditanya soal harapannya, ia hanya meminta agar jamaah lebih memakmurkan dan meramaikan masjid. Sebab terkadang jamaah kurang saat jadwal salat tiba. Kehidupannya sebagai menjaga dan pembersih masjid akan terus ia lakoni, hingga selesai kuliah dan bisa membahagiakan orangtua.(man/war)



×


Ngurus Masjid dan Mengurangi Biaya Hidup

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar