DI KALANGAN ring satu Gubernur Syahrul Yasin Limpo, tak ada yang tidak mengenal nama HM Yamin. Dia merupakan anggota Satpol PP yang selama 20 tahun terakhir setia mengawal gubernur kemana saja, dalam rangka tugas-tugas kedinasannya.
Laporan; RAHMA AMRI
Subuh, pagi, siang, hingga malam pun dirinya harus stand by jika memang dibutuhkan. Baik hujan maupun terik mentari, tidak menjadi soal. Demi tugas dan tanggung jawab sebagai petugas pengawal (patwal) kosong satu, dia mendedikasikan waktunya.
Lelaki yang akrab disapa Haji Yamin ini memang cukup pantas untuk mengemban amanah sebagai Patwal. Posturnya yang tegap serta kelihaiannya membawa motor patwal 2500 cc, salah satu faktornya.
Sebelum menjadi anggota Satpol PP lingkup Pemprov Sulsel, di awal tahun 1980-an, Haji Yamin merupakan seorang Hansip yang diperbantukan di Bank Sulselbar yang waktu itu masih bernama Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Dia mengawal karir sebagai Satpol PP tahun 1985 sebagai tenaga kontrak atau honorer. Nasibnya cukup baik. Setahun kemudian, lelaki kelahiran Bontomanai, 31 Desember 1967 silam terangkat sebagai anggota Satpol PP lingkup Pemprov Sulsel. Sempat beberapa tahun menjadi tenaga pengamanan di instansi tersebut. Tugasnya berpindah-pindah mulai dari rumah jabatan (rujab) Sekretaris Daerah Provinsi, Rujab Wakil Gubernur, hingga Rujab Gubernur.
Di awal masa jabatan Syahrul Yasin Limpo sebagai Wakil Gubernur Sulsel, dia ditarik menjadi patwal. Selama sepuluh tahun dia menjadi bagian pengawalan wakil gubernur.
Ketika Syahrul terpilih sebagai Gubernur Sulsel, dia pun masih tetap dipercaya menjadi bagian dari Patwal.
Dari situlah, dia mendedikasikan tugasnya mengawal orang penting di daerah ini.
“Waktu yang saya habiskan sebagai Patwal kurang lebih sudah 20 tahun hingga saat ini,” ungkapnya dalam bincang-bincang santai dengan penulis di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (8/1), sesaat setelah memberikan pengawalan terhadap kosong satu dari rumah jabatan menuju kantor gubernur.
Banyak suka dan duka yang dia alami. Namun dia menikmatinya sebagai tanggung jawab yang harus diemban.
Dia menuturkan, jika sedang sibuk-sibuknya, saat agenda gubernur sangat padat, kadang dia harus meninggalkan rumah subuh hari dimana anak-anaknya masih tertidur. Dan kembali ke rumah dinihari saat keluarganya sudah terlelap.
“Tapi itu bukan persoalan. Anak dan isteri sudah paham benar tugas dan tanggung jawab saya sebagai patwal. Tak pernah ada komplain dari mereka,” pungkasnya. (rhm)

