MAKASSAR, BKM– Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Makassar mulai digelar serentak, Senin (23/4). Sebanyak 23.609 siswa berasal dari 253 sekolah mengikut UNBK selama empat hari hingga 26 April.
Dalam pelaksanaan hari pertama, Disdik Makassar turun melakukan pemantauan dibeberapa SMP. Hasilnya satu sekolah yaitu SMPN 6 mengalami gangguan pada sistem jaringan yang langsung terhubung dari pusat. Kondisi itu membuat pelaksanaan UNBK sempat tertunda selama 20 menit.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Mukhtar Tahir mengatakan, gangguan sistem di jaringan yang terjadi diduga adanya hacker yang mencoba masuk dan menembus ke sistem. Dan masalah tersebut berasal dari pusat hingga membuat pelaksanaan UNBK di SMPN 6 Makassar tertunda.
“Ini masalah dari pusat karena kita komunikasikan ketika kita mengetahui masalah ini. Pelaksanaan sempat tunda 20 menit. Diduga adanya hacker yang mencoba masuk ke dalam sistem sesuai informasi dari operator di Makassar yang kami dapat. Masalah kami dapati cuma di SMPN 6 Makassar saja, yang lain lancar dan aman” kata Utta sapaan akrabnya.
Menurut Utta, siswa yang tidak hadir dalam pelaksanaan UNBK pada 23-26 April, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ujian susulan pada 8-9 Mei mendatang. Wajib peserta ujian yang tidak ikut dihari pertama ikut ujian susulan dua mata ujian setiap harinya.
“Ujian susulan dibuka di 8-9 Mei dan setiap harinya dua mata mata pelajaran. Kita harap pelaksanaan UNBK hari ke dua tidak ada lagi masalah,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 6 Makassar, Munir mengatakan, ia memiliki tim teknis dan ahli IT yang bertugas di tiap ruang ujian. Mereka bertugas memastikan UNBK berjalan lancar.
Hal yang sama diungkapkan Kepala Sekolah SMPN 13 Makassar, Ramli. Ia mengatakan untuk UNBK 2018 berlangsung 23 hingga 26 April 2018. Kemudian ujian susulan akan dilaksanakan 8 dan 9 Mei ini diikuti 120 siswa persesinya.
“Hari pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia, 50 soal dilaksanakana 3 sesi menggunakan 4 ruangan. 1 sesi 120/ persesi, dalam satu ruangan 30 siswa dan alhamdulillah semua hadir, untuk pengawas dari 4 orang dalam satu hari perruangan, semua laptop semua dipinjam dari orang tua siswa,” ungkap Ramli.
Ramli menjelaskan bahwa SMPN 13 Makassar memiliki 20 unit komputer koneksi dari tahun lalu, yakni komputer bantuan namun tidak dapat digunakan
“1 meja 1 laptop,ada 120 unit laptop, alhamdulillah lebih laptop yang siap pakai,” kata Ramli. (arf-jun)
Jaringan Terganggu, Hambat Pelaksanaan UNBK
×

