MAKASSAR, BKM–Pemerintah Provinsi Sulsel mempersiapkan penjemputan tiga warga asal Sulsel yang sempat dikarantina di Pulau Natuna.
Tiga asal Sulsel tersebut berbaur dengan 238 warga Indonesia dari Wuhan, China beberapa waktu lalu.
“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan. Kita antisipasi dan mempersiapkan kepulangan tiga warga kita,” kata Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah, kepada wartawan, Rabu (4/2).
Ketiga warga Sulsel, jelas NA sapaan akrab gubernur, berasal dari Kabupaten Bulukumba. NA-pun memastikan akan memulangkan warganya dalam keadaan sehat dan selamat sampai di kediamannya.
“Ada tiga warga Bulukumba yang ada di Natuna sekarang. Tentu kita harus pastikan lagi kembali bahwa yang bersangkutan itu sehat, tidak sakit dan tentu tidak terjangkit virus Corona. Nah, kalau ini kita sudah pastikan tidak ada masalah, ya tentu kita akan kembalikan ke keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mashuri, mengatakan, sudah bersiap-siap menyambut kedatangan warga Sulsel tersebut. Pihaknya akan melakukan penanganan terlebih dahulu dengan melakukan pemeriksaan kesehatan.
Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Wahidin Sudirohusodo menjadi lokasi pemeriksaan WNI Sulsel yang dipulangkan dari Wuhan. Pasalnya, RS tersebut merupakan satu-satunya rumah sakit dengan alat medis yang lengkap.
“RSUP Wahidin merupakan rumah sakit yang punya perlengkapan yang memadai, disamping tenaga teknisnya juga mendukung,” kata Ichsan Mashuri.
Sementara itu, Direktur RSUP Wahidin, Dr Khalid Saleh, menjelaskan, rumah sakit ini telah siap untuk melakukan penambahan. RS Wahidin telah menyediakan ruangan infection center dengan 18 tempat tidur.
Ruangan tersebut memang dikhususkan untuk penderita penyakit kronis atau berbahaya.
“Ini dikhususkan penyakit seperti flu burung, sars, flu babi, dan corona lokasisnya di lantai 1. Untuk lantai 2 khusus penyakit tuberkulosis dan lantai 3 khusus penderita HIV,” paparnya.
Pihak RSUP sendiri mengatakan siap siaga 24 jam jika ada masyarakat yang terindikasi. Untuk biaya pengobatan, Khalid menegaskan semuanya ditanggung oleh negara.
“Selain itu telah pula disediakan tujuh dokter spesialis untuk penyakit paru-paru di gedung ini. Bukan hanya di paru, tapi penyakit dalam, ada anastesi, rehab dan sebagainya,” ungkapnya.
Pihak RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo pun telah membentuk tim untuk menangani khusus pasien yang terjangkit virus corona. Namanya Tim Kesiapsiagaan Pandemi.
Ketua Tim Kesiapsiagaan Pandemi RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Irawati Jaharuddin menjelaskan, penyakit yang disebabkan oleh virus seperti corona sebenarnya bisa sembuh sendiri dengan istirahat.
Tapi ia mengatakan, beberapa kasus justru makin memberat. Hal ini karena si penderita memiliki komplikasi penyakit yang banyak. Hal ini pula yang membuat pihaknya menyiapnyiagakan beberapa dokter spesialis di gedung tersebut.
“Beberapa kasus, datang dengan corona, tapi dia punya penyakit lain sebelumnya yang memang sebelumnya sudah berat. Misalnya dia punya komplikasi tentang jantung, diabetes, penyakit paru dan sebagainya,” ungkapnya.(nug)

