SOPPENG, BKM — Hujan deras yang mengguyur Desa Bulue Kecamatan, Marioriawa Kabupaten Soppeng mengakibatkan jembatan penghubung dari Datae menuju Lejja terseret gegara derasnya aliran sungai, Selasa (5/1).
Akibatnya warga Kampung Datae terkurung karena satu satunya jalan yang dapat dilalui untuk ke kampung lain seperti Kampung Gellenge Lejja dan ke ibu Kota Kecamatan hanya lewat jalan tersebut.
Bahkan warga kampung yang hendak ke Pasar Batu Batu tidak bisa melintas karena jembatan terputus dan air sungai masih cukup deras. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas di wilayah tersebut.
Pjs Danramil Marioriawa Pelda Said didampingi Babinsa Bulue Kecamatan Marioriawa Muhajir langsung meninjau jembatan yang rusak.
Menurutnya warga Datae kini hanya beraktifitas di kampung saja karena jembatan dikampung rusak dihantam banjir. Warga juga tidak bisa menikmati listrik karena pipa listrik hanyut dibawah air.
Danramil menambahkan jembatan penghubung di Datae sudah dua kali hanyut terbawa banjir. Pada tahun 2020 lalu juga hanyutterbawah banjir tapi warga saat itu dan personel Kodim 1423 Soppeng membuat jembatan darurat dengan swadaya. ”Jembatan yang hanyut itu, yang dulu dibangun hasil swadaya,” ujar Pjs Danramil.
Salah satu warga setempat berharap ke pemerintah desa untuk menjadikan prioritas utama pembangunan jembatan.
”Kami sering mengusul untuk dibangun jembatan permanen tapi sampai saat ini belum juga terealisasi pada hal semacam ini harus jadi perioritas karena itu adalah jalan satu- satunya di desa ini,” jelasnya.
Sementara itu Kades Bulue Abdul Majid mengaku jembatan yang rusak tidak dianggarkan dari dana desa dan ADD karena akan menggunakan APBD kabupaten dan draf sudah selesai tinggal menunggu kapan dibangun.
“Kami sudah bikin laporan kejadian untuk dikirim ke PU” jelas Kades.
Sementara Kabid Dinas PUPR Kabupaten Soppeng H Andi Anto mengaku belum menerima draf dari desa. Tapi jika ada anggaran segera dibangun terkait gambar dan drafnya belakangan. (ono/C)

