MAKASSAR, BKM — Dinas Pemadam Kebakaran menganggarkan pengadaan drone untuk dibagikan ke kecamatan-kecamatan yang ada di Kota Makassar.
Plt Kepala Dinas Damkar Makassar, Hasanuddin mengatakan, sebanyak 24 unit drone akan dibagikan ke kecamatan.
Untuk pengadaannya, Dinas Damkar mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar.
“Sekarang sementara proses tender,” katanya, saat ditemui di kediaman pribadi Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, Selasa (2/11).
Dari 24 drone yang akan disiapkan, 16 diantaranya adalah drone yang dilengkapi dengan kamera yang bisa membaca suhu tubuh dan pergerakan manusia.
Sementara delapan drone lainnya merupakan drone medical yang bisa mengangkat beban maksimal lima kilo gram.
“Khusus untuk 16 drone yang bisa membaca suhu tubuh, 15 unit akan dibagi ke kecamatan. Setiap kecamatan dapat satu drone. Sementara satunya akan digunakan Damkar,” kata Hasanuddin.
Dia melanjutkan, drone yang akan dibeli termasuk yang memiliki spesifikasi canggih. Cara kerjanya ketika diterbangkan, maka drone tersebut akan mengirim visual yang terkoneksi dengan wallroom Damkar.
“Jadi dimana ada reruntuhan gedung, pencarian, termasuk kebakaran mampu membaca suhu tubuh jadi kita bisa dapat titik pencariannya, misalnya di sini ada korban,” ucapnya.
Dengan begitu, penanganan bisa segera dilakukan. Karena drone tersebut sekaligus bisa menginformasikan teknis penangan yang tepat.
“Kita dikirimkan visualnya kita bisa membaca teknis pemadaman sepeti apa, berarti rencana operasinya berjalan,” sebutnya.
Tak hanya itu, drone ini bisa membaca akses masuk yang tepat dilalui oleh Damkar.
“Selama ini kita terkendala karena banyak motor yang parkir di lorong kecil, dengan drone ini kita bisa cari alternatif lain,” tuturnya.
Hanya saja, pihak yang mengoperasikan drone ini harus profesional dan punya lisensi. Sebab ada etika-etika yang harus dipahami penggunanya.
“Yang mengoperasikan perlu ada lisensi, ndak sembarang yang pakai,” tegasnya.
Sementara itu, delapan medik drone juga akan digunakan oleh kecamatan, satu drone menjangkau dua kecamatan.
Kata Hasanuddin, medik drone ini mampu mengangkat barang hingga lima kilogram.
“Jadi bisa diangkat apar (alat pemadam api ringan), bisa air mineral, begitu ada korban banjir kita kirimkan air mineral ke titik itu,” ungkapnya.
Contoh lain, ketika ada warga yang tenggelam bisa dikirimkan pelampung.
Drone jenis ini kata Hasanuddin pernah dipraktikkan mengantar obat di KM Umsini.
“Tapi ini lebih bagus lagi karena mampu mengangkat apar, jadi di mana ada kebakaran mobil atau korslet di mobil di jalan, itu bisa kita kieimkan di titik lokasi, diterima dan dipadamkan warga sekitar,” paparnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, penganggaran drone kebakaran pada setiap kecamatan telah dipertimbangkan.
Dilihat dari data wilayah dengan beberapa urgensinya.
“Drone dapat digunakan sebagai informasi visual kepada Command Center pada Dinas Pemadam Kebakaran,” ucap Danny Pomanto.
Fungsi lainnya, sebagai informasi visual dalam pembukaan akses jalur armada pemadam kebakaran pada lokasi kebakaran.
“Serta sebagai alat analisa bantuan bencana kebakaran yang tetap dalam respon tim sesuai standar pelayanan minimal,” jelasnya.
Sementara skema jalur evakuasi pada setiap kantor pemerintahan telah menjadi hal yang wajib dan utama bagi gedung pemerintahan dan Swasta.
“Kantor pemerintah dan swasta tetap menyiapkan skema jalur evakuasi dan wajib menyiapkan alat pemadam ringan,” tuturnya. (rhm)

